Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mahasiswa Untad “Diuji” Hadapi Bencana, Tim SAR Palu Turun Tangan Beri Simulasi Nyata

Wahono. • Senin, 6 April 2026 | 17:24 WIB

 

Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memperagakan praktik keselamatan dan pertolongan dalam simulasi kebencanaan di Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Senin (6/4/2026). Foto: Basarnas Palu
Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memperagakan praktik keselamatan dan pertolongan dalam simulasi kebencanaan di Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Senin (6/4/2026). Foto: Basarnas Palu

 

RADAR PALU – Suasana berbeda terlihat di Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Senin (6/4). Ratusan mahasiswa “dihadapkan” pada skenario darurat dalam simulasi kebencanaan dan keselamatan kerja yang menghadirkan langsung personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu sebagai narasumber.

 

Kegiatan dalam rangka Bulan K3 Nasional ini bukan sekadar teori di ruang kelas. Mahasiswa diajak memahami secara langsung bagaimana menghadapi situasi genting, mulai dari penanganan awal bencana hingga langkah penyelamatan diri dan orang lain.

 

Sejak awal kegiatan, peserta mendapatkan materi dasar tentang Search and Rescue (SAR), sebelum kemudian dilibatkan dalam simulasi kebencanaan dan praktik keselamatan serta kesehatan kerja (K3).

 

Baca Juga: Wajah Baru Sungai Palu, Konsep Waterfront City Siap Ubah Permukiman Warga

 

Simulasi ini dirancang menyerupai kondisi nyata, sehingga peserta dapat merasakan tekanan dan tantangan saat menghadapi situasi darurat.

 

Instruktur dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Arifuddin, menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan gambaran kepada peserta tentang bagaimana langkah awal dalam penanganan bencana, serta mampu menjaga keselamatan diri dan orang lain saat berada dalam situasi darurat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pemahaman tentang K3 tidak hanya penting di dunia kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama di wilayah rawan bencana seperti Sulawesi Tengah.

 

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga praktik lapangan.

 

Baca Juga: DBH Palu Belum Tuntas, DPRD Soroti Kekurangan Rp60 Miliar dari Pusat

 

Simulasi ini juga menjadi pengalaman berharga karena memberikan gambaran nyata tentang koordinasi tim, penggunaan peralatan, serta pengambilan keputusan dalam kondisi terbatas.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Tadulako semakin siap menghadapi potensi bencana, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam berbagai situasi.

Editor : Wahono.
#simulasi kebencanaan #palu #untad #mahasiswa #Basarnas