RADAR PALU – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Palu menggandeng Arsitektur Komunitas (Arkom) dalam penataan kawasan permukiman di Kota Palu. Salah satu lokasi yang menjadi fokus penataan adalah kawasan Kampung Baru, Palu Barat.
Kolaborasi ini mengedepankan pendekatan bottom up, yakni melibatkan masyarakat secara langsung dalam seluruh proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkim Kota Palu, Irvan, menegaskan bahwa pendekatan tersebut bertujuan mengubah posisi masyarakat dari sekadar objek menjadi subjek utama pembangunan.
Baca Juga: Luncurkan Buku “Pilah, Pilih, Pulih”, AirAsia Foundation dan Arkom Dokumentasikan Pemulihan Palu
“Perencanaan itu bukan hanya dari atas, tapi dari bawah. Masyarakat ikut menentukan lokasi, konsep, bahkan ikut membangun,” ujar Irvan, Rabu (1/4/2026).
Irvan mengungkapkan, konsep serupa sebelumnya telah diterapkan di wilayah Mamboro dan dinilai berhasil. Kunci utamanya adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
“Kita lihat contohnya di Mamboro, itu hasil kolaborasi masyarakat sendiri,” katanya.
Menurutnya, ketika warga dilibatkan sejak awal, hasil penataan kawasan menjadi lebih sesuai kebutuhan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Drainase Terbuka Ancam Warga, Penutup Kerap Dicuri, Perkim Palu Desak Sanksi Tegas
Irvan menambahkan, keunggulan Arkom tidak hanya pada penataan fisik permukiman, tetapi juga pada aspek pemberdayaan masyarakat.
Melalui pendekatan ini, warga tidak hanya mendapatkan hunian yang lebih layak, tetapi juga didorong untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Arkom tidak hanya memfasilitasi hunian dengan konsep bottom up, tapi turut masyarakat diberdayakan agar terpenuhi secara ekonomi,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Palu berencana memperluas kerja sama dengan Arkom, termasuk menyasar masyarakat yang masih tinggal di hunian sementara (huntara).
Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan rumah layak huni, tetapi juga menciptakan ekosistem pemberdayaan bagi warga terdampak.
“Kami ingin kerja sama ini juga menyasar huntara, bagaimana bisa menata rumah layak huni sekaligus pemberdayaan bagi mereka bersama Arkom,” pungkas Irvan.***
Editor : Muhammad Awaludin