RADAR PALU – Pantai Ruru di Kelurahan Mamboro Barat, Kota Palu, mendadak dipenuhi tumpukan sampah kiriman yang terbawa arus laut. Kondisi ini memicu warga turun langsung melakukan aksi bersih-bersih pada Minggu (5/4/2026).
Aksi kerja bakti digelar di sepanjang Jalan Tanjung Ruru setelah masyarakat melaporkan pantai yang sebelumnya bersih kini tertutup sampah, terutama plastik.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari warga setempat, tenaga Padat Karya, anggota Risma, hingga para pemuda yang bahu-membahu membersihkan pesisir.
Baca Juga: Pengangkutan Sampah Palu Diprioritaskan untuk Rumah Tangga
Dari hasil pembersihan, sampah yang ditemukan mayoritas berupa plastik seperti botol dan kemasan sekali pakai. Sebarannya cukup luas, mulai dari Pantai Tanjung Ruru hingga wilayah perbatasan Labuan Beru.
Lurah Mamboro Barat, Megawati Mu’id, mengatakan pihaknya baru menerima laporan warga pada Sabtu sore (4/4).
“Saya mendapat informasi dari masyarakat kalau di pantai banyak sekali sampah. Ternyata ini merupakan sampah kiriman,” ujarnya.
Baca Juga: Kena Sidak Wali Kota, Sampah di Palu Langsung Ditangani
Awalnya, kata dia, sampah diduga hanya terjadi di wilayah Labuan Beru. Namun dalam waktu singkat, tumpukan sampah sudah mencapai Pantai Tanjung Ruru.
Megawati mengungkapkan, sebelum kejadian ini, kondisi pantai relatif bersih karena rutin dilakukan kegiatan kerja bakti, termasuk menjelang Ramadan.
Pantai Ruru sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi wisata warga, terutama saat akhir pekan. Karena itu, perubahan kondisi yang drastis membuat masyarakat terkejut.
“Pantai ini sebelumnya bersih dan sering dimanfaatkan warga untuk berwisata,” tambahnya.
Menurut pihak kelurahan, sampah tersebut diduga kuat merupakan kiriman dari laut yang terbawa arus. Fenomena ini disebut baru pertama kali terjadi di kawasan tersebut.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah kelurahan bersama masyarakat akan terus melakukan pembersihan secara bertahap.
Selain itu, warga juga diimbau untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke laut.
Baca Juga: Soroti Sampah dan Ketertiban, Hadianto Minta Warga Tak Acuh Lingkungan
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan sampah laut masih menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir, termasuk di Kota Palu.
Jika tidak ditangani secara kolektif, sampah kiriman seperti ini berpotensi merusak ekosistem laut sekaligus mengganggu sektor wisata lokal.***
Editor : Muhammad Awaludin