RADAR PALU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu mengimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi meningkatnya kasus campak yang kini berstatus kejadian luar biasa (KLB). Warga diminta tetap waspada dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.
Kepala Dinkes Kota Palu, Rochmat Jasin Moenawar, menegaskan bahwa situasi ini tidak perlu disikapi dengan ketakutan berlebihan. Menurutnya, masyarakat sudah memiliki pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 selama beberapa tahun terakhir.
“Masyarakat tidak perlu panik, kita sudah belajar selama tiga tahun menghadapi Covid-19,” ujar Rochmat, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Gempa M 7,6 Malut Terasa di 3 Provinsi, BMKG Catat 48 Gempa Susulan
Ia menjelaskan, kunci utama dalam menekan penyebaran campak terletak pada disiplin menjalankan PHBS. Mengingat virus campak dapat menular melalui udara, penggunaan masker di tempat umum kembali dianjurkan.
“Kuncinya PHBS. Mengingat penularannya bisa melalui udara, gunakan masker saat berada di tempat umum,” jelasnya.
Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga menjadi faktor penting dalam pencegahan. Rochmat menekankan pentingnya pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.
Baca Juga: Arnila Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Sulteng Gantikan Aristan
“Kita cegah dengan meningkatkan imunitas tubuh, konsumsi makanan berserat, olahraga, istirahat cukup, serta menghindari keramaian jika tidak perlu,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hingga kini campak merupakan penyakit akibat virus yang belum memiliki obat spesifik. Karena itu, langkah pencegahan menjadi upaya paling efektif untuk menekan penyebaran.
Rochmat pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta disiplin menjaga kesehatan.
Baca Juga: BRI Prihatin Perampokan Agen BRILink di Palu, dan Dukung Penegakan Hukum
“Tidak perlu takut, tapi tetap waspada,” tandasnya. (*)
Editor : Agung Sumandjaya