RADAR PALU - Arus balik Lebaran Palu di Terminal Tipe A Mamboro, Kota Palu, melonjak tajam hingga 120 persen pada H+2 Lebaran 2026. Lonjakan ini terlihat dari peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang keluar masuk terminal.
Aktivitas arus balik Lebaran Palu di Terminal Mamboro mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Selasa (24/03/2026), tercatat 19 kendaraan dengan total 483 penumpang yang datang dan berangkat.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mamboro, Waldi Sangkota, mengatakan angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 120 persen.
“Per hari ini, kami mencatat ada 19 kendaraan dengan total 483 penumpang. Kalau dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan sekitar 120 persen,” ujarnya.
Lonjakan arus balik Lebaran Palu diperkirakan mencapai puncaknya pada hari ini. Jumlah penumpang diproyeksikan meningkat drastis.
“Kemungkinan hari ini menjadi puncak arus balik. Kami perkirakan jumlah penumpang bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 orang,” kata Waldi.
Arus balik sendiri diprediksi masih akan berlangsung hingga Kamis, dengan pergerakan penumpang yang tetap tinggi.
Untuk mengantisipasi lonjakan, pihak terminal mengoperasikan 24 armada setiap hari, sama seperti saat arus mudik Lebaran Palu.
Selain itu, kendaraan cadangan juga disiapkan guna menghindari penumpukan penumpang jika terjadi peningkatan mendadak.
“Kami tetap menyiapkan 24 kendaraan per hari. Selain itu, ada juga armada cadangan yang disiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.
Meningkatnya arus balik Lebaran Palu juga dipengaruhi oleh kebijakan pemusatan keberangkatan trayek Palu–Makassar di Terminal Mamboro.
Kondisi ini membuat aktivitas penumpang dan kendaraan semakin ramai di satu titik.
“Karena keberangkatan Palu–Makassar dipusatkan di sini, jumlah penumpang dan kendaraan otomatis meningkat,” tambah Waldi.
Di tengah lonjakan arus balik Lebaran Palu, petugas tetap mengutamakan keselamatan perjalanan. Pemeriksaan kendaraan atau ramp check dilakukan sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan, termasuk kelayakan ban.
“Kami melakukan pemeriksaan sebelum kendaraan berangkat. Tadi ada satu kendaraan yang kami tunda karena kondisi ban sudah tidak layak digunakan,” ungkapnya.
Jika ditemukan kendaraan tidak layak, pengemudi diwajibkan melakukan perbaikan terlebih dahulu dan menunjukkan bukti dokumentasi sebelum kembali beroperasi.
Selain aspek keselamatan, pihak terminal juga memastikan kenyamanan penumpang tetap terjaga selama arus balik Lebaran Palu.
Ruang tunggu dan fasilitas seperti toilet rutin dibersihkan agar tetap layak digunakan.
Selama periode arus mudik hingga arus balik, tidak ada kejadian menonjol yang terjadi di terminal.
Pihak terminal mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik Lebaran Palu dan mematuhi aturan, termasuk tidak membawa barang berbahaya.***
Editor : Muhammad Awaludin