Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Nyepi di Palu, Ratusan Umat Hindu Sucikan Diri Jelang Hari Hening

Rony Sandhi • Kamis, 19 Maret 2026 | 20:57 WIB

 

 

Ratusan Umat Hindu di Kota Palu mengikuti pawai Ogoh-Ogoh sambut Nyepi 2026.
Ratusan Umat Hindu di Kota Palu mengikuti pawai Ogoh-Ogoh sambut Nyepi 2026.
RADAR PALU – Ratusan umat Hindu di Kota Palu menggelar pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, Jalan Jabal Nur, Rabu (18/03/2026), dengan penuh khidmat dan tertib.

Pawai ogoh-ogoh menjadi bagian penting dari rangkaian upacara menjelang Nyepi, hari suci yang dimaknai sebagai momentum penyucian diri melalui keheningan. Sebelum arak-arakan dimulai, umat terlebih dahulu melaksanakan persembahyangan bersama di area pura sebagai simbol pembersihan lahir dan batin.

Dengan penuh kekhusyukan, doa-doa dipanjatkan sebagai wujud permohonan keselamatan dan keseimbangan hidup. Setelah itu, peserta mulai mengarak ogoh-ogoh mengelilingi kawasan sekitar pura.

Baca Juga: THR PPPK Palu Cair, Paruh Waktu Pakai Skema Khusus

Arak-arakan tersebut tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi sarat makna filosofis. Ogoh-ogoh melambangkan bhuta kala atau energi negatif yang diyakini dapat mengganggu keharmonisan kehidupan manusia. Melalui prosesi ini, umat Hindu diajak untuk mengendalikan diri serta membersihkan sifat-sifat buruk dalam diri.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palu, I Made Lungayasa, menjelaskan bahwa ogoh-ogoh merupakan representasi sifat negatif manusia yang harus disucikan sebelum memasuki Hari Nyepi.

“Ogoh-ogoh melambangkan sifat negatif dalam diri manusia. Melalui prosesi ini, umat diingatkan untuk membersihkan diri sebelum menjalani Nyepi,” ujarnya.

Baca Juga: Kebersihan Kota Palu Lebaran Dijaga 24 Jam oleh DLHBaca Juga: THR PPPK Palu Cair, Paruh Waktu Pakai Skema Khusus

Ia menambahkan, rangkaian perayaan Nyepi diawali dengan upacara melasti, dilanjutkan pengerupukan yang ditandai dengan pawai ogoh-ogoh, hingga akhirnya memasuki Catur Brata Penyepian.

Pawai berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional Bali serta berbagai bentuk ogoh-ogoh yang diusung para pemuda. Warga yang menyaksikan tampak antusias mengikuti jalannya arak-arakan dari awal hingga selesai.

Melalui peringatan ini, umat Hindu di Kota Palu berharap nilai-nilai spiritual Nyepi tidak hanya memperkuat kesadaran diri, tetapi juga mempererat kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut. (Mg1)

 

Editor : Rony Sandhi
#PHDI Palu #Ogoh ogoh Palu #Umat Hindu Palu #Pawai budaya Palu #Nyepi 2026