Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pelangi di Mars Mengorbit di Palu, Sajikan Petualangan dan Teknologi Futuristik

Mugni Supardi • Kamis, 19 Maret 2026 | 19:53 WIB

Film keluarga Pelangi di Mars resmi diperkenalkan melalui kegiatan special screening di Palu Grand Mall XXI, Kamis (19/3/2026).
Film keluarga Pelangi di Mars resmi diperkenalkan melalui kegiatan special screening di Palu Grand Mall XXI, Kamis (19/3/2026).

RADAR PALU – Film keluarga Pelangi di Mars resmi diperkenalkan melalui kegiatan special screening di Palu Grand Mall XXI, Kamis (19/3/2026).

Film ini menjadi salah satu karya ambisius sineas Indonesia yang menggabungkan konsep live action dan animasi berbasis teknologi modern.

Sutradara Upie Guava menjelaskan bahwa pemilihan tema luar angkasa, khususnya Mars, menjadi simbol masa depan dan tujuan besar generasi muda.

“Kenapa Mars? Karena Mars itu ‘mungkin dan akan’. Itu jadi representasi tujuan anak-anak hari ini,” jelasnya.

Ia juga menyoroti minimnya tontonan anak berkualitas, khususnya dalam genre fiksi ilmiah di Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan film yang tidak hanya menghibur, tapi juga memantik imajinasi dan mimpi anak-anak untuk menaklukkan dunia,” ujarnya.

Upie menegaskan bahwa Pelangi di Mars merupakan film yang dikerjakan secara manual oleh sekitar 300 animator, bukan berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Ini handcrafted, dikerjakan dengan pipeline produksi modern. Teknologi kita adaptasi, tapi tetap karya manusia,” tegasnya.

Selanjutnya, Raffi Ahmad yang mewakili RANS Entertainment menyampaikan dukungannya terhadap film karya anak bangsa tersebut.

“Ini 100 persen buatan Indonesia. Mudah-mudahan ke depan kita bisa jadi pionir dan tidak lagi tertinggal dari negara lain dalam industri film,” ujarnya.

Raffi juga mengajak masyarakat menjadikan film ini sebagai tontonan keluarga saat libur Lebaran.

“Film ini dibuat dengan hati dan membawa pesan positif. Cocok ditonton bersama keluarga, khususnya anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Produser Dendi Reynando menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam industri perfilman nasional agar mampu bersaing di tingkat global.

“Kita tidak ingin terus tertinggal. Dengan teknologi yang kita kembangkan di Indonesia, ke depan bukan tidak mungkin film kita bisa bersaing, bahkan melampaui film besar dunia,” ungkapnya.

Ia berharap film ini dapat menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi besar.

“Anak-anak punya masa depan cerah. Bisa jadi engineer, astronot, dan menyatukan dunia,” tambah Dendi.

Dalam film ini, karakter robot bernama Batik menjadi salah satu tokoh penting yang membawa identitas lokal ke dalam cerita futuristik. Karakter tersebut diisi suaranya oleh Bimo Kusumo Yudo atau yang akrab disapa Bimoky.

Bimoky mengaku bangga bisa terlibat dalam film tersebut.

“Karakter Batik ini unik karena membawa identitas Indonesia di tengah dunia futuristik. Ini pengalaman yang membanggakan,” ujarnya.

Ia berharap karakter tersebut dapat menginspirasi anak-anak untuk mencintai budaya sekaligus berani bermimpi di bidang teknologi.

Film Pelangi di Mars sendiri diproduksi selama hampir lima tahun dan menghadirkan perpaduan petualangan, teknologi, serta nilai edukatif bagi anak-anak dan keluarga.

Melalui film ini, para sineas berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan percaya diri untuk bersaing di kancah global.(*)

Editor : Mugni Supardi
#pelangi di mars palu #film pelangi di mars #film anak indonesia #pelangi di mars #film sci fi indonesia #film indonesia terbaru 2026