RADAR PALU – Umat Hindu di Kota Palu dan Kabupaten Sigi melaksanakan upacara Melasti sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi di Pura Melasti Pantai Dupa, Selasa (17/3). Kegiatan berlangsung khidmat dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.
Upacara Melasti merupakan ritual penting dalam rangkaian Nyepi yang bertujuan untuk penyucian diri, baik secara lahir maupun batin.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan sesajen dan benda sakral, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju sumber air. Setibanya di lokasi, pemangku memimpin prosesi penyucian yang dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.
Setelah itu, umat melaksanakan ritual melarung sesaji sebagai simbol pelepasan segala kotoran dan hal negatif, sebelum kembali ke pura.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palu, I Made Lungayasa, menjelaskan bahwa Melasti memiliki makna mendalam sebagai proses pembersihan diri menjelang Nyepi.
“Melasti bertujuan menghilangkan segala kotoran dalam diri manusia, sekaligus menyucikan sarana persembahyangan atau pratima,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam prosesi tersebut umat memohon penyucian kepada Dewa Baruna atau Siwa Baruna, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk seluruh perlengkapan ibadah.
Menurutnya, Melasti menjadi tahapan awal yang penting dalam rangkaian Hari Raya Nyepi yang sarat makna spiritual.
“Ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki tahapan berikutnya dalam rangkaian Nyepi,” jelasnya.
Pelaksanaan Melasti di Pantai Dupa berlangsung tertib dan penuh penghayatan, mencerminkan kekhusyukan umat Hindu dalam menyambut hari suci Nyepi.(mg2)
Editor : Mugni Supardi