RADAR PALU - Patung Garuda di Jalan Hasanuddin, Palu, kembali mengalami kerusakan. DPRD Kota Palu menegaskan akan memanggil dinas terkait dan pihak vendor untuk menjelaskan kualitas proyek.
Anggota DPRD Kota Palu dari Komisi C, Alfian Chaniago, menilai patahnya sayap patung Garuda perlu segera ditindaklanjuti. Ia menyarankan pimpinan DPRD memanggil DLH dan pihak ketiga yang mengerjakan proyek untuk memberikan penjelasan.
“Kejadian ini sudah yang ketiga kalinya. Sayap kanan dua kali patah, dan terbaru sayap kiri kembali patah sejak Desember lalu. Ini menunjukkan kemungkinan pekerjaan asal-asalan atau bahan konstruksi tidak berkualitas,” kata Alfian.
Alfian juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi area patung sementara waktu. Beban sayap yang berat berpotensi membahayakan pengunjung jika jatuh.
“Untuk sementara kami mengimbau warga Kota Palu agar menjauhi area tersebut karena bisa membahayakan jika sayap patung kembali jatuh,” ujarnya.
Proyek patung Garuda menggunakan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari dana publik. Alfian menekankan agar aparat penegak hukum menelusuri potensi kelalaian atau penyimpangan dalam proses pembangunan.
“Kalau pembangunan di Kota Palu tentu kita apresiasi. Tetapi saya mengutuk vendor yang mengerjakan proyek pemerintah secara asal-asalan. Itu merugikan masyarakat dan tidak sesuai anggaran,” tegasnya.
DPRD Kota Palu menegaskan pengawasan ketat terhadap proyek publik agar kualitas tetap terjaga dan keselamatan warga terjamin.