Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Investasi Tambang Emas Poboya Menguat, CPM Perkuat Produksi dan Bangun Sinergi dengan Insan Pers

Talib • Jumat, 13 Maret 2026 | 21:23 WIB

Kepala Teknik Tambang CPM Yan Adriansyah bersama GM EAS Amran Amier saat buka puasa bersama insan pers di Hotel Santika Palu, Jumat (13/3).
Kepala Teknik Tambang CPM Yan Adriansyah bersama GM EAS Amran Amier saat buka puasa bersama insan pers di Hotel Santika Palu, Jumat (13/3).

RADAR PALU — Perusahaan tambang emas PT Citra Palu Minerals (CPM) terus memperkuat investasi sektor pertambangan di wilayah Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama insan pers yang digelar di Hotel Santika Palu, Jumat (13/3).

Kegiatan bertema “Duduk Bersama Membangun Kesepahaman dan Kebersamaan” tersebut dihadiri Kepala Teknik Tambang CPM Yan Adriansyah dan General Manager External Affairs & Security (EAS) Amran Amier, serta menghadirkan Ketua MUI Kota Palu, Prof. Zainal Abidin, sebagai penceramah.

Dalam kesempatan itu, Yan Adriansyah menjelaskan bahwa CPM memiliki potensi besar dalam pengembangan tambang emas di Poboya.

Perusahaan telah mengumumkan cadangan emas baru di area River Reef dan Hill Reef dengan kadar rata-rata mencapai 3,2 gram per ton (g/t) serta total kandungan emas sekitar 3,54 juta ounce.

“Mayoritas cadangan emas, sekitar 85 persen, berasal dari penambangan bawah tanah di River Reef dengan kadar emas mencapai 4,9 g/t,” ujarnya.

Untuk mendukung optimalisasi produksi, CPM juga menunjuk PT Macmahon Indonesia sebagai kontraktor tambang dalam proyek tersebut.

Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kapasitas produksi perusahaan.

Selain pengembangan tambang bawah tanah, CPM juga terus memperluas infrastruktur pengolahan mineral.

Saat ini perusahaan telah mengoperasikan pabrik pengolahan emas dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari dan berencana membangun pabrik ketiga dengan kapasitas 6.000 ton per hari yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2025.

Langkah strategis tersebut dinilai menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memaksimalkan potensi sumber daya mineral di wilayah Poboya sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, Yan menegaskan bahwa kegiatan pertambangan juga harus dijalankan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial secara berkelanjutan.

Sementara itu, menjelang waktu berbuka puasa, Prof. Dr KH Zainal Abidin menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya moderasi dalam beragama dan membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, agama pada dasarnya hadir untuk membawa kedamaian bagi sesama manusia.
“Agama mengajarkan nilai kedamaian. Moderasi beragama adalah cara beragama yang damai, toleran, dan menghargai perbedaan,” ujar Prof Zainal yang juga Ketua MUI Kota Palu.

Rais Syuriah PBNU dan guru besar filsafat di UIN Datokarama Palu menambahkan bahwa toleransi bukan berarti mengaburkan keyakinan, melainkan saling menghormati di tengah keberagaman.

Pesan tersebut dinilai selaras dengan tema kegiatan, yakni membangun kesepahaman dan kebersamaan antara perusahaan, media, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. ***

Editor : Talib
#Citra Palu Minerals #Radar Palu #industri pertambangan #investasi tambang #CPM Poboya #tambang emas Palu