RADAR PALU – Penggiat dan pemerhati industri tenun, Dian Oerip, melakukan kunjungan ke kawasan New Baruga, Kota Palu. Kunjungan tersebut disambut oleh perwakilan Pemerintah Kota Palu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, serta pihak Syahira Butik.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi tenun dan produk kriya lokal Kota Palu kepada tamu yang dikenal aktif dalam pengembangan industri tenun di berbagai daerah.
“Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat pengembangan tenun dan pemberdayaan UMKM Kota Palu, sehingga produk tenun lokal dapat semakin dikenal luas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Dian Oerip pada Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dian Urip dikenal sebagai penggiat industri tenun yang memiliki jaringan usaha hingga ke luar negeri, termasuk memiliki toko di Belanda.
Ia juga aktif melakukan perjalanan ke berbagai negara dan daerah di Indonesia untuk mempromosikan serta mengembangkan produk tenun dan kerajinan lokal.
Dalam kiprahnya, Dian Urip telah memberikan beasiswa kepada sekitar 500 anak di Sulawesi Selatan untuk belajar menenun.
Program tersebut bertujuan melestarikan budaya tenun sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda.
Selama berada di New Baruga, Dian Urip melihat langsung berbagai produk kriya dan tenun yang dihasilkan pelaku UMKM lokal.
Kunjungan ini juga menjadi ajang diskusi terkait potensi pengembangan tenun khas Kota Palu agar dapat memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, Dian Urip juga melakukan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Palu. Pertemuan tersebut difasilitasi dan diinisiasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu bersama Syahira Butik untuk membahas peluang kerja sama dalam pengembangan industri tenun di Kota Palu.
Dian Urip juga dikenal aktif mendukung pelestarian dan pengembangan industri tenun di Indonesia. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya, ia berperan dalam memperkenalkan tenun nusantara ke tingkat nasional hingga internasional.
Sejumlah kegiatan yang pernah dilakukannya antara lain safari Ramadan ke Kelurahan Tenun Sarung Samarinda, safari Ramadan melihat kain tradisional di Turki, mengikuti kegiatan INACRAFT 2026 di Jakarta, melakukan pelatihan branding dan marketing di Nusa Tenggara Timur, kegiatan Ruah Rintik di Himalaya, serta Wastra Sunda di Kota Dolar Majalaya.
Melalui berbagai kegiatan pembinaan, promosi, serta jejaring yang dimilikinya, Dian Urip terus berupaya mendorong perkembangan industri tenun agar semakin dikenal luas dan memiliki daya saing, baik di pasar nasional maupun internasional.(*/rna)
Editor : Mugni Supardi