RADAR PALU — Fenomena banjir rob kembali terjadi di wilayah pesisir Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kali ini genangan air laut terlihat merendam halaman SMP Negeri 10 Palu, sekolah yang berada di kawasan pesisir Pantai Talise.
Air laut yang pasang membuat sebagian area sekolah tergenang. Halaman yang biasanya digunakan siswa untuk beraktivitas berubah menjadi genangan air, bahkan pada beberapa kesempatan air laut juga mencapai teras ruang kelas.
Fenomena ini disebut hampir setiap tahun terjadi di kawasan pesisir Kota Palu, terutama di wilayah Kelurahan Lere yang memang berada sangat dekat dengan garis pantai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Irvan Suebo, menjelaskan bahwa banjir rob terjadi akibat fenomena pasang air laut yang dipengaruhi oleh fase bulan.
“Fenomena alam ketika naik bulan, air rob juga naik dan menggenangi dua kelurahan, dan paling sering Kelurahan Lere,” ujarnya saat ditemui, Kamis (5/3/2026).
Menurut Irvan, pihak BPBD secara rutin melakukan pemantauan di wilayah pesisir yang rawan terdampak rob. Salah satu titik yang kerap menjadi perhatian adalah kawasan sekolah tersebut.
“Kami selalu monitoring di sana dan mengambil dokumentasi. Tapi yang membuat saya miris adalah kondisi banjir rob di SMPN 10,” ungkapnya.
Di tengah kondisi itu, semangat para siswa untuk tetap menuntut ilmu justru menjadi pemandangan yang mengundang haru.
Saat jam masuk sekolah, anak-anak datang dengan seragam rapi. Namun sepatu mereka tidak dipakai di kaki, melainkan digenggam di tangan.
Mereka berjalan pelan melewati genangan air laut di halaman sekolah dengan kaki telanjang agar sepatu tidak basah.
“Sedih jika dilihat, ketika air rob naik anak-anak biasanya membuka sepatu mereka untuk menuju ke sekolah,” kata Irvan.
Ia menegaskan bahwa fenomena banjir rob tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi menimbulkan kerugian apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Karena itu, BPBD Kota Palu terus melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat di wilayah pesisir agar tetap waspada terhadap potensi bencana.
“Tetap diberikan informasi, karena sekecil apa pun bencana jangan sampai menimbulkan korban apalagi kerugian harta benda,” tegasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin