RADAR PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu bergerak cepat menangani dampak banjir yang memutus akses jalan menuju Dusun Wana, Kelurahan Tipo. Upaya penanganan dilakukan sejak banjir terjadi hingga proses pemulihan akses masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Irvan Suebo, mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah Palu menyebabkan debit air sungai meningkat hingga menggerus badan jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju dusun tersebut.
“Debit air yang tinggi saat hujan membuat sungai meluap dan mengakibatkan akses jalan menuju Dusun Wana putus,” ujar Irvan, Kamis (5/3/2026).
Setelah menerima laporan dari masyarakat, BPBD segera melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi wilayah terdampak sekaligus menentukan langkah penanganan darurat.
Dalam proses penanganan tersebut, BPBD juga mengevakuasi lima guru sekolah dasar yang sempat terjebak di Dusun Wana akibat putusnya akses jalan. Evakuasi dilakukan bersama tim gabungan pada Rabu pagi.
“Setelah subuh kami melakukan evakuasi bersama. Sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 pagi para guru berhasil dievakuasi dan semuanya dalam kondisi selamat,” jelasnya.
Selain fokus pada evakuasi, BPBD juga mendata dampak banjir terhadap masyarakat. Dari sekitar 80 kepala keluarga (KK) yang bermukim di Dusun Wana, hanya satu rumah yang dilaporkan terdampak langsung aliran air.
“Di sana ada sekitar 80 KK, tetapi yang terdampak langsung hanya satu rumah yang dialiri air dan datanya sudah kami ambil,” kata Irvan.
Pasca banjir, BPBD Kota Palu langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pemulihan akses jalan yang terputus.
Koordinasi tersebut juga dilakukan setelah Wali Kota Palu Hadianto Rasyid turun langsung meninjau lokasi dan menginstruksikan agar akses menuju Dusun Wana segera dibuka.
“Rabu sore kami koordinasi dengan Dinas PU dan alat mereka sudah naik ke lokasi untuk mempercepat penanganan,” tambah Irvan.
Sebagai solusi sementara, BPBD bersama pihak terkait juga menyiapkan pembangunan jembatan darurat menggunakan batang kelapa agar mobilitas warga tetap berjalan.
“Sudah ada instruksi untuk membuat jembatan darurat dari batang kelapa. Materialnya sudah dicari dan kami akan meninjau kembali pemasangannya,” ujarnya.
BPBD berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi lingkungan untuk meminimalkan risiko bencana, terutama di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai.
“Mari kita jaga alam, dan alam akan menjaga kita nantinya,” tutup Irvan.***
Editor : Muhammad Awaludin