RADAR PALU - Suasana berbeda terasa di SD Negeri Model Terpadu Madani Palu saat ratusan siswa berkumpul untuk buka puasa bersama, Rabu (25/2). Kegiatan ini bukan hanya diikuti siswa dan guru muslim, tetapi juga melibatkan tenaga pendidik dari berbagai agama.
Menariknya, panitia kegiatan justru dipimpin seorang guru Agama Hindu. Ia dipercaya mengoordinasikan acara yang menjadi penutup rangkaian pesantren kilat Ramadan di sekolah tersebut.
Musala sekolah sore itu dipenuhi siswa kelas 4 hingga 6, guru, dan sejumlah orang tua. Sebagian lainnya menyiapkan hidangan sederhana yang dibawa dari rumah.
Ketua panitia kegiatan, Ni Kadek Swiyanti, mengaku menerima amanah tersebut sebagai bentuk kebersamaan di lingkungan sekolah.
Meski bukan muslim, ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Baginya, tanggung jawab itu adalah bagian dari solidaritas antarumat beragama.
“Saya merasa walaupun bukan beragama Islam, ini bentuk solidaritas kita sebagai antaragama,” ujarnya di sela kegiatan.
Ni Kadek juga menjabat sebagai Ketua Peduli Madani, unit sosial sekolah yang biasa terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Pengalaman itu membuatnya dipercaya mengoordinasikan kegiatan yang melibatkan banyak pihak.
Kegiatan buka bersama ini dikelola secara swadaya. Guru-guru menyisihkan dana secara sukarela, terutama untuk membantu rekan tenaga honorer. Sementara siswa membawa makanan masing-masing untuk saling berbagi.
Sekitar 300 siswa dan 50 tenaga pendidik bersama keluarga ikut hadir. Tidak ada paksaan bagi siapa pun untuk berkontribusi.
Wakil Kepala Sekolah SDN MT Madani Palu, Hartati Karto Rifai, mengatakan keterlibatan lintas agama sudah menjadi hal biasa di sekolah tersebut.
“Guru-guru dari berbagai agama ikut membantu, mulai dari menyiapkan makanan sampai mendampingi siswa,” katanya.
Kepala sekolah Hasan Mahmud Halibi menilai kegiatan ini lebih dari sekadar buka puasa bersama. Ia melihatnya sebagai ruang memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kebersamaan itu menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa sejak dini.***
Editor : Muhammad Awaludin