RADAR PALU - Menjelang waktu berbuka, jalur jogging di Kota Palu tetap ramai. Beberapa warga terlihat berlari ringan, sebagian lain berjalan santai menunggu azan Magrib.
Ramadan tak sepenuhnya mengubah kebiasaan mereka. Aktivitas fisik tetap dijaga, hanya waktunya yang disesuaikan.
Devan, salah seorang warga yang ditemui Jumat (20/2) sore memilih berolahraga selepas salat Asar, sekitar pukul 16.00 WITA. Menurutnya, waktu tersebut lebih ideal karena matahari tidak lagi terlalu terik.
Ia mengaku tetap rutin jogging selama puasa untuk menjaga stamina. Intensitasnya memang dikurangi dibanding hari biasa, namun aktivitas fisik tidak dihentikan.
“Supaya tubuh tetap bugar. Kalau terlalu pasif justru cepat lemas,” ujarnya.
Ia menilai olahraga ringan justru membantu tubuh tetap segar hingga waktu berbuka. Kuncinya tidak memaksakan diri dan menjaga pola makan saat sahur.
Fenomena ini terlihat di beberapa titik olahraga di Palu. Warga memilih sore hari agar bisa langsung mengganti cairan tubuh saat berbuka.
Di sisi lain, konsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka juga menjadi alasan sebagian orang tetap bergerak. Aktivitas fisik dinilai membantu menjaga keseimbangan asupan kalori.
Bagi mereka, puasa bukan alasan berhenti berolahraga. Justru menjadi momentum mengatur ulang pola hidup agar lebih terjaga hingga akhir Ramadan.***
Editor : Muhammad Awaludin