RADAR PALU - Langit Palu mulai gelap ketika iring-iringan itu bergerak dari Lapangan Vatulemo, Sabtu (14/2).
Lampu kendaraan, takbir, dan wajah-wajah penuh harap menyatu dalam satu suasana: menyambut Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Pawai ini digelar gabungan sejumlah majelis dan elemen masyarakat di Palu dan Sigi.
Bagi mereka, momen ini bukan sekadar agenda tahunan. Ada rasa syukur yang ingin ditunjukkan—karena masih diberi umur untuk bertemu bulan suci.
Habib Ahmad Bin Hasan Bin Idrus Al Habsyi, selaku panitia, menyebut Ramadan selalu datang dengan perasaan berbeda.
“Kita tidak pernah tahu apakah tahun depan masih bertemu Ramadan. Jadi ini bentuk kebahagiaan dan rasa syukur,” ujarnya.
Rute pawai melintasi sejumlah ruas utama kota. Dari Lapangan Vatulemo, peserta bergerak melalui Jalan Balaikota, Veteran, Juanda, Moh. Hatta, Sudirman, Hasanuddin I, Gajah Mada, hingga berakhir di Masjid Alkhairaat di Jalan Sis Aljufri.
Sepanjang jalan, warga tampak menyaksikan dari tepi trotoar.
Sejumlah majelis yang terlibat antara lain Majelis Arraudah, Majelis Ziarah, Majelis Isnain, serta kelompok masyarakat lainnya. Panitia juga membuka ruang bagi komunitas pemuda hingga komunitas motor untuk ikut serta.
Tahun ini, kegiatan dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat.
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan harapan agar Ramadan dijalani dengan lebih tenang dan khusyuk. Mereka berharap ada pengaturan aktivitas usaha tertentu di siang hari selama bulan puasa, agar suasana ibadah tetap terjaga.***
Editor : Muhammad Awaludin