RADAR PALU - Keterbatasan dokter spesialis di Sulawesi Tengah masih menjadi pekerjaan rumah. RSUD Undata Palu mulai menyiapkan langkah lanjutan agar layanan tetap berjalan optimal.
Salah satunya dengan kembali mengaktifkan kerja sama pengiriman dokter ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Undata, dr. Franklin Lessyama Sinanu, mengatakan skema tersebut menjadi bagian dari mitigasi setelah berakhirnya kontrak sejumlah tenaga ahli.
“Kami dibantu oleh Universitas Hasanuddin. Apa yang kami belum punya di sini akan dibantu melalui pengiriman dokter-dokter tersebut,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Skema ini bukan hal baru bagi RSUD Undata.
Pada periode 2011 hingga 2019, rumah sakit milik pemerintah daerah itu juga pernah bekerja sama dengan Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin saat kekurangan dokter bedah dan saraf.
Menurut dr. Franklin, pengumuman resmi kerja sama tersebut kemungkinan disampaikan dalam waktu dekat oleh pemerintah daerah bersama pihak universitas.
Ia juga menyebut, ke depan RSUD Undata diproyeksikan menjadi rumah sakit pendidikan utama bagi Universitas Tadulako untuk program pendidikan dokter spesialis.
Langkah itu diharapkan bisa memperkuat ketersediaan tenaga ahli secara bertahap, tanpa terus bergantung pada skema jangka pendek.
Selain kerja sama eksternal, RSUD Undata juga menunggu kepulangan dokter organik yang tengah menempuh pendidikan subspesialis.
“Untuk jangka panjang, kami punya dokter ginekologi-onkologi yang sedang sekolah dan insyaallah selesai tahun ini,” katanya.
Dengan kombinasi pengiriman tenaga ahli dan penguatan SDM internal, manajemen berharap layanan rujukan di Sulawesi Tengah tetap terjaga.***
Editor : Muhammad Awaludin