RADAR PALU - Persoalan drainase kembali mengemuka di Palu Barat. Hampir semua kelurahan menyuarakan keluhan serupa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Saluran air yang tak lagi optimal dinilai menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda, terutama di sejumlah titik rawan seperti Jalan Bayam.
Musrenbang Kecamatan Palu Barat digelar di Kelurahan Siranindi, Kamis (11/2/2026). Forum ini mempertemukan perwakilan kelurahan dengan sejumlah OPD, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial hingga Bappeda Kota Palu.
Diskusi berlangsung terbuka. Masing-masing kelurahan menyampaikan kondisi riil di wilayahnya.
Isu drainase paling banyak disorot. Warga menilai sejumlah saluran sudah tidak memadai, baik karena sedimentasi maupun kapasitas yang terbatas.
Salah satu yang mencuat adalah kondisi drainase di Jalan Bayam. Saluran di kawasan itu dinilai perlu penanganan serius.
Bappeda Kota Palu menyebut perbaikan drainase telah masuk dalam rancangan program 2026 dan akan ditindaklanjuti melalui dinas teknis terkait.
Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan usulan terkait bantuan sosial, ruang terbuka hijau (RTH), hingga sarana dan prasarana puskesmas di kelurahan.
Camat Palu Barat, Khomaeni, mengatakan mayoritas usulan memang masih didominasi kebutuhan dasar.
“Usulan dari teman-teman tim perumus, 70 persen terkait sarana prasarana, sisanya pemberdayaan,” ujarnya.
Ia berharap hasil musrenbang tidak berhenti di atas kertas. Menurutnya, pembangunan juga perlu dibarengi kesadaran warga untuk merawat fasilitas yang sudah ada.
“Apa yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kota Palu harus dirawat dan dijaga bersama agar bisa dinikmati jangka panjang,” katanya.***
Editor : Muhammad Awaludin