RADAR PALU - Monumen Iqra yang selama ini menjadi penanda sejarah MTQ Nasional di Palu kini tak lagi berdiri di Bundaran STQ. Perubahan ini menjadi bagian dari penataan ulang kawasan oleh Pemerintah Kota Palu.
Revitalisasi tersebut diarahkan untuk memberi fungsi baru pada ruang publik, dengan mempertimbangkan manfaat kawasan secara lebih luas.
Pembongkaran Monumen Iqra dilakukan seiring proses revitalisasi Bundaran STQ yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU Kota Palu, Ismayadin, mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan nilai manfaat kawasan, baik dari sisi ekonomi maupun fungsi ruang kota.
“Pemerintah melihat asas manfaat dan nilai ekonomis agar kawasan di sekitarnya bisa tumbuh,” ujar Ismayadin, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, penataan ruang kota tidak dilakukan tanpa arah. Setiap perubahan diarahkan pada dampak yang bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Ismayadin mencontohkan revitalisasi Taman Vatulemo yang kini berkembang menjadi ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga.
“Dari situ terlihat bahwa penataan ruang bisa menciptakan nilai tambah,” katanya.
Ia menegaskan, perubahan di Bundaran STQ tidak dimaksudkan untuk menghilangkan jejak sejarah. Pemerintah, kata dia, justru berupaya menyeimbangkan nilai historis dengan kebutuhan kota yang terus berkembang.
“Ketika pemerintah melakukan perubahan, bukan sekadar mengubah, tapi ada manfaat yang ingin dicapai,” ujarnya.
Sebagai pengganti Monumen Iqra, kawasan Bundaran STQ kini dirancang dengan elemen visual baru berupa ornamen gelombang.
Desain tersebut disebut merepresentasikan perjalanan Kota Palu, termasuk peristiwa besar yang pernah dialami wilayah Pasigala.
“Dalam desain awal ada dua gelombang paten dan satu permainan air. Filosofinya menggambarkan tiga gelombang besar,” jelas Ismayadin.
Revitalisasi Bundaran STQ juga diarahkan untuk membuka sebaran ruang publik baru, agar aktivitas warga tidak hanya terpusat di satu lokasi.
“Potensi kota ini banyak. Pemerintah mencari ruang lain supaya tidak hanya satu titik yang jadi tujuan,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot berharap kawasan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman.
Ismayadin menambahkan, pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat dalam proses penataan kota.
“Masyarakat bisa menikmati dan ikut memberi usul dalam pembangunan,” tandasnya.
Konteks Nasional
Di berbagai kota, revitalisasi ruang publik menjadi bagian dari strategi penataan kawasan perkotaan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan memperluas ruang interaksi warga, terutama di kawasan strategis.***