Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Delapan Tahun Setelah Gempa, Panti Asuhan Darul Iman Palu Kembali Hidup

Ade Safitri • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:42 WIB
Pembina Yayasan Darul Iman Palu, Muh. Gazali Makarau
Pembina Yayasan Darul Iman Palu, Muh. Gazali Makarau

RADAR PALU - Pintu itu kembali terbuka perlahan. Delapan tahun setelah gempa 2018 memaksa berhenti, Yayasan Darul Iman Palu menghidupkan lagi panti asuhan di Jalan Asam II.

Bagi yayasan yang telah berjalan 26 tahun ini, keputusan tersebut bukan sekadar membuka bangunan, tetapi mengulang komitmen lama: menemani anak-anak dari keluarga duafa bertumbuh dan bersekolah. 

 

 

 

Pembina Yayasan Darul Iman Palu, Muh. Gazali Makarau, menyebut sebagian besar anak yang belajar di lingkungan yayasan berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. 

Gempa 2018 sempat membuat aktivitas panti terhenti. Namun seiring pemulihan, yayasan menilai kebutuhan pengasuhan kembali mendesak.

“Latar belakang anak-anaknya memang banyak yang duafa. Karena itu kami kembali membangun dan mendirikan panti asuhan,” kata Gazali, Kamis (9/1/2026).

Selain pengasuhan, perhatian juga diarahkan pada keberlanjutan pendidikan. Yayasan aktif mengupayakan agar para siswa tidak tertinggal secara akses bantuan.

Salah satunya dengan menjemput program bantuan pemerintah, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), melalui pendataan yang difasilitasi anggota dewan saat masa reses.

“Alhamdulillah kemarin ada pendataan dari anggota dewan. Mereka mengupayakan supaya semua murid di sini bisa mendapatkan PIP, karena kondisi ekonominya rata-rata di bawah,” ujarnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Yayasan Darul Iman Palu #Radar Palu #Anak duafa #Gempa Palu 2018 #Program Indonesia Pintar #Panti asuhan Palu