RADAR PALU - Setiap waktu salat tiba, pekerja di kawasan perbukitan Jalan Soekarno-Hatta kini tak lagi harus turun jauh mencari masjid.
Di titik jalan yang dulu hanya dilalui kendaraan, Masjid Hamzah hadir sebagai tempat singgah ibadah bagi mereka yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Masjid Hamzah berdiri di jalur perbukitan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palu, tepat di kawasan yang selama ini minim fasilitas ibadah.
Keberadaannya perlahan menjadi bagian dari rutinitas para pekerja dan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Penanggung jawab Masjid Hamzah, Imran, mengatakan masjid ini dibangun dari kegelisahan sederhana: sulitnya mencari tempat salat di sepanjang jalan tersebut.
“Di sepanjang jalan ini memang belum ada masjid. Sementara di sekitar sini banyak teman-teman yang bekerja di PLN, Korem, sampai Palu Square,” ujar Imran, Senin (2/2/2026).
Sebelumnya, masjid terdekat berada di kawasan bawah dan harus masuk lorong, sehingga menyulitkan pekerja yang memiliki waktu terbatas.
Kini, ketika azan berkumandang, mereka bisa langsung menepi dan beribadah tanpa harus berpacu dengan waktu.
“Alhamdulillah, dengan adanya masjid ini mereka terbantu karena lokasinya sudah dekat,” kata Imran.
Masjid Hamzah mulai direncanakan sejak 2022. Proses pengukuran dilakukan pada 2023, lalu pembangunan berjalan sekitar dua tahun dengan berbagai kendala.
Masjid ini mulai dimanfaatkan pada awal 2025 dan kini hampir satu tahun digunakan, menjelang datangnya Ramadan.
Pembangunan masjid dilakukan menggunakan dana tunggal oleh Farid Hamzah dan diniatkan sepenuhnya untuk kepentingan umat.
Nama Masjid Hamzah diambil dari nama kakek keluarga pendiri sebagai bentuk penghormatan.
Dalam kesehariannya, masjid ini dikelola dua marbot yang merupakan mahasiswa Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu.
Keduanya tinggal di area masjid dan menerima mukafa’ah bulanan, sambil menjalani aktivitas perkuliahan.
“Masjid ini amanahnya untuk umat. Ke depan mungkin ada rencana wakaf, tapi untuk saat ini pengelolaannya masih kami jalankan,” tutup Imran.***
Editor : Muhammad Awaludin