RADAR PALU— Pemerintah Kota Palu memandang pelantikan Pengurus Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Provinsi Sulawesi Tengah sebagai momentum strategis untuk memperkuat jejaring budaya hingga kerja sama lintas negara.
Penilaian itu disampaikan seiring kehadiran perwakilan Wali Kota Palu dalam agenda pelantikan yang digelar di Ballroom Hotel Best Western Coco Palu, Senin (26/1/2026).
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid diwakili Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya Kota Palu, Yudhi Riyani Firman, yang mengikuti rangkaian pelantikan pengurus DMDI Sulawesi Tengah periode 2025–2028. Kegiatan berlangsung khidmat sejak pukul 08.30 WITA dan dihadiri sejumlah tokoh nasional serta internasional.
Pelantikan tersebut secara resmi menetapkan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebagai Ketua Umum DMDI Provinsi Sulawesi Tengah. Prosesi dilakukan langsung oleh Presiden DMDI Tun Seri Setia Mohd Ali bin Mohd Rustam, didampingi Ketua Umum DMDI Indonesia Datuk Said Aldi Al-Idrus.
Dari sudut pandang Pemerintah Kota Palu, kehadiran DMDI di Sulawesi Tengah memiliki arti penting dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu-Islam. Pemerintah kota menilai organisasi ini dapat menjadi ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan kebudayaan dengan agenda pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menekankan pentingnya budaya sebagai perekat identitas sekaligus sarana membangun kerja sama antardaerah dan antarnegara. Ia berharap DMDI mampu memperkuat hubungan budaya Melayu yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kota Palu, sinergi antara pemerintah daerah dan jejaring internasional seperti DMDI sejalan dengan upaya mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi di bidang budaya, pendidikan, ekonomi, hingga investasi dinilai dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pelantikan pengurus DMDI Sulawesi Tengah ini pun dipandang sebagai titik awal penguatan peran Sulawesi Tengah, termasuk Kota Palu, dalam jaringan dunia Melayu dan dunia Islam, sekaligus membuka ruang kerja sama global yang lebih luas.***
Editor : Muhammad Awaludin