Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Debu Kota Palu 2025: Polusi PM1 Sempat Tembus 769 µg/m³

Mugni Supardi • Jumat, 23 Januari 2026 | 20:53 WIB
Kualitas udara di Kota Palu sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang perlu menjadi perhatian serius.
Kualitas udara di Kota Palu sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang perlu menjadi perhatian serius.

RADAR PALU - Kualitas udara di Kota Palu sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang perlu menjadi perhatian serius. 

Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mencatat sejumlah lonjakan konsentrasi partikel debu, baik partikel sangat halus hingga partikel kasar.

Berdasarkan kaleidoskop pantauan debu 2025, partikel PM1 (partikel sangat halus) mencatat puncak polusi tertinggi sebesar 201 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Nilai rata-rata konsentrasi tertinggi tersebut terpantau pada 6 Maret 2025, dengan lonjakan sesaat yang ekstrem hingga 769 µg/m³. 

Sementara itu, kualitas udara terbersih untuk PM1 tercatat mencapai 0 µg/m³ pada beberapa hari, yakni 20 Maret, 4 April, dan 27 September 2025.

Untuk PM2.5 (partikel halus), GAW Bariri mencatat puncak polusi sebesar 67 µg/m³, dengan konsentrasi rata-rata tertinggi terpantau pada 11 Oktober 2025.

Lonjakan sesaat bahkan sempat menyentuh angka 69 µg/m³. Adapun kondisi udara terbersih PM2.5, dengan konsentrasi 0 µg/m³, tercatat pada 25 Agustus dan 11 Desember 2025.

Sementara itu, PM10 (partikel kasar/debu) mencatat puncak polusi sebesar 96 µg/m³. Rata-rata konsentrasi debu kasar tertinggi terjadi pada 21 Juli 2025, dengan lonjakan maksimum mencapai 163 µg/m³. 

Kondisi udara terbersih PM10 tercatat pada 27 September dan 4 November 2025, dengan konsentrasi terendah 2 µg/m³.

GAW Bariri menjelaskan, faktor cuaca memiliki peran besar terhadap fluktuasi polusi udara di Kota Palu. Hujan berfungsi sebagai pembersih alami, menurunkan konsentrasi polutan secara signifikan. 

 

Kondisi ini terlihat pada akhir Maret dan September 2025, ketika kualitas udara relatif membaik saat hujan dan hujan ringan terjadi.

Sebaliknya, cuaca cerah dan cerah berawan justru memicu penumpukan polusi.

Pada kondisi tersebut, tidak adanya hujan menyebabkan debu dan partikel polutan tetap bertahan di udara dan meningkatkan konsentrasi pencemar.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi kualitas udara, terutama pada periode cuaca kering dan cerah.

Langkah pencegahan seperti membatasi aktivitas luar ruang saat polusi tinggi serta menjaga kesehatan pernapasan dinilai penting demi kesehatan bersama.

“Pantauan kualitas udara menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan,” demikian keterangan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri BMKG.(acm)

Editor : Mugni Supardi
#polusi udara Palu #Kualitas udara Sulawesi Tengah #Kualitas Udara Kota Palu 2025 #Debu Kota Palu #PM25 Palu #Pantauan debu BMKG #BMKG Lore Lindu Bariri #PM1 Kota Palu #Cuaca dan polusi udara #PM10 Palu