RADAR PALU– Masa depan sebuah kota tidak selalu dibangun dari gedung tinggi atau proyek besar. Di Palu, pemerintah memilih jalan yang lebih sunyi namun mendasar: masuk ke rumah-rumah warga, duduk bersama keluarga, dan menjadikan keluarga sebagai sekolah pertama bagi generasi mendatang.
Melalui Program Sekolah Khusus Keluarga (SKK) yang berjalan sejak Oktober 2025, Pemerintah Kota Palu menyasar langsung jantung masyarakat. Program ini dirancang bukan di ruang kelas, melainkan di ruang tamu, dapur, dan halaman rumah warga.
SKK hadir sebagai upaya membangun masyarakat dari unit terkecil: keluarga. Pemerintah tidak menunggu warga datang, tetapi justru mendatangi mereka satu per satu, membawa pembelajaran tentang pola asuh, relasi sehat dalam keluarga, hingga pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Program ini melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sebagai penggerak utama. Delapan OPD dan PKK ikut terlibat, bekerja sesuai peran dan keahlian masing-masing.
Kepala Bidang Kualitas Perempuan DP3A Kota Palu, Dhewy Tiangso, menyebut SKK sebagai program unggulan Wali Kota Palu yang menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial.
Pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap, dengan target menjangkau seluruh 46 kelurahan di delapan kecamatan. Setiap tahap dibatasi 30 peserta agar pendampingan berjalan lebih intensif dan tepat sasaran.
Tahap pertama telah selesai dilaksanakan di enam kelurahan. Wali Kota Palu dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melihat dampak program terhadap kehidupan keluarga peserta.
Dalam praktiknya, setiap OPD membawa materi sesuai bidangnya. DP3A fokus pada isu perkawinan anak, pola asuh yang sehat, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Pendekatan dilakukan secara dialogis, bukan menggurui, agar keluarga merasa dilibatkan.
Pemerintah berharap, SKK tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga menumbuhkan kemandirian keluarga. Ketika setiap anggota keluarga mampu menggali potensi diri, ketahanan ekonomi dan sosial diyakini akan ikut menguat.
Dari rumah-rumah sederhana di Palu, pemerintah menanam benih perubahan. SKK menjadi pesan bahwa membangun kota tidak selalu dimulai dari pusat pemerintahan, tetapi dari keluarga yang kuat, sadar, dan berdaya.***
Editor : Muhammad Awaludin