Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sekolah Kawasan Berkembang Bangkit: SD Inpres 1 Tondo Tembus Program Nasional, WC Disabilitas Jadi Penanda Perubahan

Ade Safitri • Senin, 19 Januari 2026 | 18:18 WIB
Lingkungan SD Inpres 1 Tondo usai perbaikan infrastruktur dasar melalui program revitalisasi sekolah.
Lingkungan SD Inpres 1 Tondo usai perbaikan infrastruktur dasar melalui program revitalisasi sekolah.

RADAR PALU – Sekolah di kawasan berkembang mulai menunjukkan daya saingnya. SD Inpres 1 Tondo, Kota Palu, membuktikan bahwa keterbatasan akses dan lokasi bukan penghalang untuk meraih dukungan program nasional, setelah berhasil menembus program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pada 2025, SD Inpres 1 Tondo tercatat sebagai satu dari hanya lima sekolah di Kota Palu yang lolos program peningkatan infrastruktur dasar. Sekolah ini mendapatkan pembangunan enam unit fasilitas sanitasi modern, termasuk dua toilet ramah disabilitas, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan inklusif.

“Dari seluruh Kota Palu hanya lima sekolah yang mendapatkan program ini. Kami bahkan langsung ke Jakarta untuk penandatanganan MOU,” ujar Kepala SD Inpres 1 Tondo, Satria, Kamis (15/1/2026). 

Keberhasilan tersebut menjadi momentum penting bagi SD Inpres 1 Tondo yang selama ini beroperasi dengan keterbatasan sarana pendukung. Revitalisasi sanitasi tidak hanya berdampak pada kebersihan sekolah, tetapi juga memperkuat standar pelayanan pendidikan dasar yang layak bagi seluruh siswa.

Memasuki 2026, pihak sekolah menargetkan percepatan pembangunan lanjutan. Sejumlah agenda fisik telah disiapkan, mulai dari perbaikan gedung kantor hingga pembangunan ruang teknologi informasi untuk menunjang pembelajaran berbasis digital.

Perbaikan infrastruktur di SD Inpres 1 Tondo juga didorong oleh dukungan tokoh daerah. Halaman sekolah yang sebelumnya belum tertata kini telah diperkeras berkat bantuan dana pribadi sebesar Rp200 juta dari anggota DPRD Sulawesi Tengah, H. Nanang.

“Beliau sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Membantu secara langsung, bahkan anaknya pun bersekolah di sini bersama siswa lainnya,” kata Satria. 

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian pemangku kebijakan dalam memperkuat pemerataan kualitas sarana pendidikan di Kota Palu.

Meski infrastruktur dasar mulai berbenah, persoalan keamanan fasilitas sekolah masih menjadi pekerjaan rumah. Pagar sekolah yang relatif rendah membuat area sekolah rawan pencurian. Sejumlah fasilitas, termasuk pintu besi kamar mandi, sempat hilang bahkan pada siang hari.

“Pintu WC besi bisa diangkat siang hari. Harapan kami, sekolah di kawasan berkembang seperti SD Inpres 1 Tondo tetap mendapat perhatian berkelanjutan,” ungkap Satria.

Keberhasilan SD Inpres 1 Tondo menembus program revitalisasi nasional menjadi gambaran bahwa pemerataan pendidikan dapat dicapai ketika sekolah, pemerintah, dan pemangku kepentingan daerah bergerak seiring. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan dan keamanan fasilitas demi masa depan pendidikan anak-anak Palu.***

Editor : Muhammad Awaludin
#revitalisasi sekolah #Pendidikan Palu #Radar Palu #WC disabilitas #sekolah non pusat #SD Inpres 1 Tondo