Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Damkar Palu Ungkap Fakta Mengejutkan: Kasus Non-Kebakaran Dominasi Sepanjang 2025

Muhammad Awaludin • Rabu, 14 Januari 2026 | 15:58 WIB
Kepala Seksi Penanggulangan Damkar Kota Palu, Agung Tri P.,/ Dok kebakaran asrama Parigi
Kepala Seksi Penanggulangan Damkar Kota Palu, Agung Tri P.,/ Dok kebakaran asrama Parigi

RADAR PALU – Sepanjang tahun 2025, aktivitas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palu didominasi oleh penanganan kasus non-kebakaran. Data menunjukkan, layanan penyelamatan meningkat signifikan, sementara kejadian kebakaran justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Seksi Penanggulangan Damkar Kota Palu, Agung Tri P., mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 pihaknya menangani 425 kasus non-kebakaran atau penyelamatan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024.

“Kalau untuk penyelamatannya, non-kebakaran, itu sebanyak 425 kali di tahun 2025. Itu naik dari tahun 2024,” ujar Agung, Rabu (14/1/2026).

Sementara itu, jumlah kejadian kebakaran sepanjang 2025 tercatat sebanyak 240 kasus. Angka tersebut menurun cukup signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai lebih dari 300 kejadian.

“Untuk kebakaran di tahun 2025 itu 240 kali. Tahun 2024 lebih dari 300. Jadi alhamdulillah, kebakaran turun,” jelasnya.

Memasuki awal tahun 2026, aktivitas Damkar Palu kembali berjalan sejak hari pertama. Terhitung sejak 1 Januari hingga 14 Januari 2026, Damkar telah menangani 12 kasus kebakaran dan 23 kasus non-kebakaran. Agung menilai, jika tren ini terus berlanjut, jumlah penanganan non-kebakaran berpotensi meningkat sepanjang tahun ini. 

“Ini baru Januari. Kalau kondisinya seperti ini terus, kemungkinan non-kebakaran bisa naik. Tapi insyaallah kalau kesadaran masyarakat seperti di 2025, kebakaran bisa turun lagi,” katanya.

Selain menangani kondisi darurat, Damkar Palu juga kerap menerima laporan unik dari masyarakat. Laporan yang masuk tidak selalu berkaitan dengan kebakaran atau situasi berbahaya.

“Ada laporan yang unik-unik. Pernah kami diminta menangkap hewan, seperti pok-pok atau parakam,” ungkap Agung.

Tak hanya itu, Damkar juga pernah menangani persoalan sosial warga, termasuk konflik rumah tangga yang dimediasi di kantor Damkar. 

“Ada juga urusan suami-istri bertengkar, akhirnya dibawa dan didamaikan di kantor,” tuturnya.

Pengalaman tak biasa lainnya datang dari permintaan warga yang ingin merasakan naik mobil pemadam kebakaran. Salah satunya, seorang ibu hamil yang hampir setiap hari datang dan meminta diantar menggunakan mobil pemadam dengan sirene dinyalakan.

“Ada ibu-ibu hamil yang sering datang, minta naik mobil pemadam, sirenenya dibunyikan,” katanya.

Selain itu, ada pula masyarakat yang datang ke kantor Damkar untuk keperluan non-darurat, seperti meminta dihibur saat ulang tahun, kehabisan bensin, hingga sekadar singgah untuk minum kopi.

“Ada yang ulang tahun minta dihibur, ada yang kehabisan bensin minta diisi, bahkan ada yang cuma singgah mau minum kopi,” tambahnya.

Menurut Agung, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peran Damkar di tengah masyarakat sangat luas dan tidak terbatas pada pemadaman kebakaran semata.

“Damkar ini memang kompleks tugasnya. Selama kami bisa memberikan manfaat dan pelayanan kepada masyarakat, kami akan melayani,” tegasnya.

Menghadapi tahun 2026, Agung kembali menekankan pentingnya pencegahan kebakaran melalui peran aktif masyarakat. Ia mengingatkan bahwa penyebab kebakaran paling dominan masih berasal dari faktor kelistrikan.

“Kebanyakan kebakaran itu dari listrik. Jadi kita harus sama-sama mengantisipasi, salah satunya dengan penghematan listrik,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat rutin melakukan perawatan peralatan rumah tangga, khususnya kompor gas.

“Kalau kompor gas, selangnya harus sering diperiksa, regulator dicek, dan dibersihkan secara rutin,” imbaunya.

Di akhir, Agung berharap ke depan dapat terwujud masyarakat yang lebih sadar akan keselamatan dan terhindar dari bahaya kebakaran.
“Harapan kami bagaimana membentuk masyarakat yang aman dari bahaya kebakaran, bahkan menuju nol kebakaran,” pungkasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#kasus non kebakaran Palu #kebakaran Kota Palu 2025 #layanan penyelamatan Damkar #Damkar Kota Palu #keselamatan kebakaran Palu