RADAR PALU – Jembatan Gantung Nunu–Maesa kembali menjalani perbaikan setelah warga mengeluhkan kondisi jembatan yang berlubang dan dinilai membahayakan pengguna. Aduan tersebut masuk melalui kanal Lapor Wali Kota Palu dan langsung menjadi perhatian Pemerintah Kota Palu.
Keluhan warga itu bahkan dibacakan langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, yang menilai jembatan gantung tersebut sebagai akses vital masyarakat. Warga meminta perbaikan segera karena kondisi jembatan berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua.
Menanggapi laporan tersebut, Hadianto memastikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu telah menyiapkan langkah perbaikan. Ia juga berencana turun langsung meninjau kondisi jembatan di lapangan.
“PU sementara persiapkan untuk perbaikan. Insyaallah saya juga akan lakukan kunjungan,” ujar Hadianto.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Palu, Aris, menjelaskan bahwa perbaikan saat ini telah berjalan dengan mengganti plat besi jembatan yang mengalami kerusakan.
“Sekarang kami lagi mengganti plat-plat yang rusak, dimulai dari arah Nunu ke Maesa,” kata Aris saat ditemui Radar Palu, Rabu (14/1/2026).
Aris mengungkapkan, kerusakan jembatan disebabkan oleh korosi pada plat besi, yang memicu munculnya lubang-lubang di permukaan jembatan. Selain faktor usia material, tingginya intensitas penggunaan jembatan sebagai jalur alternatif warga turut mempercepat kerusakan.
“Korosi ini yang bikin plat berlubang. Ditambah lagi kepadatan karena jembatan sering dipakai sebagai jalan alternatif masyarakat,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi sorotan publik karena Jembatan Gantung Nunu–Maesa diketahui baru direvitalisasi pada tahun 2024. Meski demikian, keluhan warga terus berdatangan karena kerusakan dinilai cukup mengganggu dan membahayakan keselamatan.
Aris menyebut, pihaknya juga menerima masukan dari warga agar jembatan lebih tahan terhadap korosi ke depan. Salah satu usulan yang muncul adalah penggunaan lapisan karet di atas plat besi.
“Ada usulan dari warga supaya lebih awet dari korosi dengan penggunaan karet di atasnya. Saran itu sedang kami konsultasikan ke ahli jembatan,” ungkapnya.
Dinas PU Kota Palu menargetkan perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin. Namun, pengerjaan dilakukan secara swakelola, sehingga pelaksanaannya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Sambil menunggu perbaikan rampung, Aris mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas dan segera melaporkan jika menemukan kerusakan baru.
“Tetap waspada karena masih ada bagian yang berlubang. Jika ada kerusakan lain, segera infokan supaya bisa cepat ditangani,” pungkasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin