RADAR PALU – Ada yang unik saat momen pengambilan rapor murid di SD Inpres 6 Lolu pada Senin (22/12/2025). Jika biasanya kebanyakan ibu yang berperan mendampingi dan mengambil rapor siswa, kini di SD Inpres 6 Lolu mengubah budaya tersebut.
Di mana para ayah yang diwajibkan mengambil rapor siswa.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari edaran Kementerian Pendidikan yang mendorong ayah untuk ikut serta dalam pengambilan rapor anak di sekolah.
Kepala SD Inpres 6 Lolu, Restu menyatakan bahwa gerakan ini lebih dari sekadar formalitas administratif.
“Gerakan ini mencerminkan pergeseran budaya yang lebih mengarah pada parenting yang lebih terlibat, yang dikenal dengan istilah involved fatherhood.
Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat kedekatan antara ayah dan anak, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi para ayah mengenai perkembangan akademik dan karakter anak mereka,” ujar Restu.
Tambahnya, dengan ayah hadir langsung di sekolah, ayah murid bisa mendiskusikan dengan wali kelas mengenai kekuatan dan kelemahan anak, serta melihat secara langsung lingkungan sosial anak mereka di sekolah.
Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk memberikan perspektif yang objektif mengenai perilaku anak yang mungkin berbeda di rumah dan di sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menghapus stigma bahwa pengasuhan dan urusan pendidikan anak adalah tanggung jawab ibu semata.
“Pengasuhan anak adalah pekerjaan tim yang melibatkan kedua orang tua, dan ini adalah cara yang sangat baik untuk menormalisasi peran ayah dalam pendidikan anak,” tambah Restu.
Melalui gerakan ini, diharapkan anak-anak dapat melihat ayah mereka sebagai sosok yang peduli terhadap pendidikan yang akan mendorong anak untuk lebih menghargai proses belajar.
Ayah yang terlibat aktif dalam pendidikan anak juga akan menjadi role model yang mengajarkan pentingnya pendidikan.
Lanjut Restu, menurut penelitian, kehadiran ayah dalam pengambilan rapor juga dapat mengurangi kecemasan anak terhadap hasil nilai mereka
Ketika ayah menunjukkan dukungan penuh, anak tidak lagi merasa terfokus pada angka rapor, melainkan pada apresiasi dan dukungan yang diberikan oleh kedua orang tua.
Dngan begitu, diharapkan peran ayah dalam pendidikan anak semakin diperkuat, menciptakan suasana belajar yang lebih mendukung dan harmonis di keluarga.
“Melalui gerakan ini, kami berharap ayah lebih banyak terlibat dalam perkembangan anak. Kehadiran mereka di sekolah memberikan pesan yang kuat bahwa pendidikan adalah prioritas dan tanggung jawab bersama,” tandasnya. (cr1)
Editor : Talib