Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Perkuat Sinergi dalam Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Untad Jalin Kerja Sama dengan KP2MI di Jakarta

Taswin • Selasa, 23 Desember 2025 | 23:59 WIB
DUKUNG KEBIJAKAN NASIONAL: Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilaksanakan, Senin (15/12/2025) bertempat di Aula KH Abdurrahman Wahid Lantai 1, Kantor BP2MI, Jakarta Selatan.
DUKUNG KEBIJAKAN NASIONAL: Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilaksanakan, Senin (15/12/2025) bertempat di Aula KH Abdurrahman Wahid Lantai 1, Kantor BP2MI, Jakarta Selatan.

RADAR PALU - Universitas Tadulako (Untad) secara resmi menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Republik Indonesia.  

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilaksanakan, Senin (15/12/2025) bertempat di Aula KH Abdurrahman Wahid Lantai 1, Kantor BP2MI, Jakarta Selatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor Unatd diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof Dr Rusydi M Si. 

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan wujud komitmen Untad sebagai perguruan tinggi negeri dalam mendukung kebijakan nasional, khususnya di bidang pelindungan dan peningkatan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditetapkan, kerja sama ini berlaku selama 5 (lima) tahun  dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan.

Adapun ruang lingkup kerjasama mencakup berbagai bidang strategis, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada peningkatan literasi publik, edukasi, dan diseminasi informasi terkait Pekerja Migran Indonesia bagi calon pekerja migran maupun masyarakat secara luas.

Selain Untad, Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Kementerian Komunikasi dan Digital, Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Politeknik Negeri Kupang, Universitas Brawijaya, Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), Universitas Al-Azhar Mataram, Universitas Syiah Kuala Aceh, Institut Teknologi Bandung (ITB), STIKES Budi Luhur Cimahi, LPK Bahana Inspirasi Muda, Majelis Alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), serta Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, dalam sambutannya mengatakan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut merupakan bagian dari sinergi lintas sektor yang melibatkan sejumlah mitra strategis dari unsur kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta institusi layanan kesehatan.

Pihaknya menegaskan bahwa pelindungan Pekerja Migran Indonesia merupakan prioritas negara. “Olehnya itu, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan tersebut melalui pendekatan akademik, riset, peningkatan kompetensi, serta penguatan edukasi publik,” ujarnya

Lebih lanjut disampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara menyeluruh, mulai dari tahap pra-penempatan, masa bekerja di luar negeri, hingga pasca kepulangan.

“Selain aspek pelindungan, peningkatan kualitas dan keterampilan calon pekerja migran melalui pendidikan dan pelatihan vokasi juga menjadi fokus utama,” tambahnya.

Untuk itu, melalui kerja sama ini, Universitas Tadulako berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung penguatan sumber daya manusia yang berdaya saing global serta mendorong pelindungan Pekerja Migran Indonesia dari berbagai risiko. (*/win)

Editor : Talib
#pelindungan #kerjasama #untad #PekerjaMigran #BP2MI