Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lurah Poboya, Zulfin Sepanjang 2025 Intensifkan Penanganan Stunting dan Pengawasan Ternak

Taswin • Selasa, 23 Desember 2025 | 23:46 WIB

 

“Kami juga mendapat dukungan dari kecamatan maupun provinsi berupa bantuan Sembako mentah, yang kami prioritaskan untuk keluarga dengan anak stunting”_Lurah Poboya, Zulfin.
“Kami juga mendapat dukungan dari kecamatan maupun provinsi berupa bantuan Sembako mentah, yang kami prioritaskan untuk keluarga dengan anak stunting”_Lurah Poboya, Zulfin.

RADAR PALU - Pemerintah Kelurahan Poboya terus menggenjot berbagai program prioritas pada tahun 2025, khususnya dalam upaya penurunan angka stunting serta penertiban dan pengawasan hewan ternak.

Hal ini disampaikan langsung oleh Lurah Poboya, Zulfin, saat ditemui Radar Palu di kantornya, Selasa (16/12/2025).

Zulfin menjelaskan, penanganan stunting di Kelurahan Poboya dilakukan melalui intervensi langsung kepada keluarga sasaran, terutama anak Baduta atau bayi di bawah usia dua tahun.

Anggaran penanganan tersebut telah dialokasikan melalui dana kelurahan dan dilaksanakan secara kolaboratif bersama berbagai pihak.

“Intervensi yang kami lakukan berupa pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak Baduta yang terindikasi stunting. Program ini juga melibatkan PKK Kelurahan Poboya yang secara rutin memberikan PMT kepada anak-anak sasaran,” jelas Zulfin.

Menurutnya, program tersebut terlaksana berkat kerja sama lintas sektor, mulai dari kader posyandu, PKK, hingga Puskesmas Kawatuna sebagai mitra kesehatan di wilayah Kecamatan Mantikulore.

Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari perguruan tinggi juga turut dilibatkan untuk membantu intervensi terhadap anak-anak yang terindikasi stunting.

“Kami juga mendapat dukungan dari kecamatan maupun provinsi berupa bantuan Sembako mentah, yang kami prioritaskan untuk keluarga dengan anak stunting,” tambahnya.

Zulfin menuturkan intervensi stunting dilakukan secara berkelanjutan dan dipantau setiap bulan. PKK bersama kader posyandu rutin memeriksa perkembangan berat badan dan tinggi badan anak, guna melihat progres dari intervensi yang telah diberikan.

“Sekarang ini intervesinya bukan hanya berat badan, tetapi juga tinggi badan. Ada anak yang berat badannya sudah cukup, tetapi tinggi badannya belum sesuai. Ini yang menjadi fokus kami saat ini,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, PKK juga kata Zulfin berupaya memberikan suplemen pendukung pertumbuhan tinggi badan anak stunting, selain pemberian asupan gizi.

Sementara itu, terkait penanganan hewan ternak, Zulfin menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada pemilik ternak agar tidak melepasliarkan hewan peliharaan mereka.

Imbauan tersebut mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu.

“Untuk disini (Kelurahan Poboya) kami sudah berupaya sosialisais kepada pemilik ternak berasarkan Perda no 6 tahun 2012 kalau tidak salah.

Cuma historinya ini terkenal memang disini kadang memang dari dulu mungkin sejarah orang tua dulu disini memang area untuk pengembalaanhewan ternak. Jadi oleh itu kami tetap berupaya, tetap melaksanakan pendekatan ke masyarakat,” katanya.

Ia mengakui masih terdapat ternak yang dilepasliarkan, namun saat ini dilakukan dengan sistem digembalakan agar tidak masuk ke permukiman warga.

Apabila ditemukan ternak yang masuk ke pekarangan warga atau mengganggu ketertiban umum, maka akan dilakukan penindakan sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kelurahan Poboya berharap angka stunting dapat terus ditekan dan ketertiban lingkungan tetap terjaga demi kenyamanan masyarakat.

“Kalau ada ternak yang tertangkap, sudah ada mekanisme dan tempat penanganannya. Semua mengacu pada aturan yang ada,” tegas Zulfin.(win)

Editor : Talib
#kesehatan #Penurunan stunting #hewanternak #Poboya #ProgramPemerintah