RADAR PALU - Guna mengevaluasi serta merancang program-program strategis, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Jumat (12/12) kemarin menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 di salah satu hotel di Kota Palu.
Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Diah Puspita, memaparkan capaian kinerja sekaligus kembali memberikan pemahaman terkait program pencegahan stunting di Kota Palu.
Ditemui usai membawakan materi dalam Rakerda tersebut, Diah menyebutkan, sebagian besar capaian pembangunan yang diraih Pemerintah Kota Palu tidak terlepas dari peran aktif TP-PKK, mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Menurutnya, berbagai program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat telah dijalankan dan memberikan dampak positif.
“Kalau berbicara capaian, tentu sangat banyak. Sebagian besar merupakan kerja-kerja kami bersama TP-PKK di semua tingkatan,” ujar Diah.
Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar yang dihadapi TP-PKK adalah membangun sinergi, komunikasi, dan kolaborasi antar pengurus.
Kurangnya komunikasi dan koordinasi kerap menjadi hambatan dalam menjalankan program secara maksimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Diah menekankan pentingnya komunikasi yang intens dan berkelanjutan.
Ia mengaku terus berupaya membangun komunikasi dengan pengurus TP-PKK di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, meski di tengah padatnya aktivitas.
“Saya berusaha dengan segala kekurangan saya. Saya selalu membangun komunikasi khususnya PKK Kota Palu, PKK Kecamatan hingga PKK Kelurahan.
Karena dari komunikasi ini kita bisa tahu dan hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui bisa dipahami, dan potensi kesalahpahaman bisa dihindari,” katanya.
Ke depan, Diah menyebut TP-PKK Kota Palu akan memfokuskan program pada sejumlah isu strategis. Di antaranya penurunan angka stunting, penguatan ekonomi keluarga, peningkatan literasi digital bagi ibu dan remaja, serta peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan.
“Semoga semuanya bisa terwujud dengan penguatan gerakan-gerakan kita PKK sampai ke tingkat dasa wisma,” pungkasnya
Sementara itu dari data yang diterima Radar Palu TP-PKK Kota Palu sepanjang tahun 2025, terus mengintensifkan kegiatan pembinaan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
Pembinaan tersebut meliputi penguatan administrasi PKK, pembinaan Posyandu, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), hingga upaya pencegahan stunting.
Pembinaan dilaksanakan secara berkelanjutan sejak beberapa tahun terakhir dan terus berlanjut hingga 2025.
Pada kelompok kerja (Pokja) III misalnya, TP-PKK memberikan pembinaan terkait pemanfaatan dan penanaman TOGA yang dibutuhkan rumah tangga.
Program ini mulai menunjukkan hasil, di mana sejumlah dasawisma telah mampu mengolah dan menjual hasil TOGA, kemudian mengelola pendapatannya secara berkelompok.
Sementara itu, upaya penanganan stunting difokuskan melalui pembinaan Posyandu dan kerja sama lintas sektor.
TP-PKK berkolaborasi dengan dinas terkait dalam penyediaan makanan tambahan bagi anak yang terindikasi stunting.
Penyaluran makanan bergizi dilakukan di tingkat kelurahan, dengan dukungan dan penguatan dari pemerintah kota.
Selain itu, Pokja I TP-PKK juga melaksanakan sosialisasi terkait bahaya narkoba dan penyalahgunaan NAPZA kepada masyarakat.
Pada Pokja II, TP-PKK melakukan pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), termasuk keterlibatan kelompok UP2K dalam kegiatan pameran.
Pada 2025, fokus utama program TP-PKK diarahkan pada penguatan UP2K dan percepatan penurunan stunting.
Meski demikian, seluruh program yang dijalankan oleh Pokja I hingga Pokja IV tetap bermuara pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan pencegahan stunting.
Berkat upaya tersebut, TP-PKK mencatat adanya penurunan angka stunting dan bahkan meraih penghargaan di tingkat nasional atas keberhasilan dalam pencegahan stunting.
Penghargaan tersebut diterima pada tahun 2025 dan menjadi satu capaian positif atas kinerja TP-PKK dalam mendukung program prioritas pemerintah. (win)
Editor : Talib