Program pasar murah dan Gade Nolumako yang digelar secara masif dinilai efektif menahan laju kenaikan harga di sejumlah komoditas.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Palu memperoleh reward dari Pemerintah Pusat sebagai kota dengan pengendalian inflasi terbaik di wilayah Sulawesi. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Disperindag Kota Palu Zulkifli.
Kepada Radar Palu media Jawa Pos Group, Zulkifli mengungkapkan penyelenggaraan pasar murah pada tahun ini dilakukan jauh lebih intens dibanding tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini, kata dia, merupakan respons terhadap tingginya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
“Sepanjang 2025 kami lebih masif menggelar pasar murah untuk memastikan kestabilan harga. Ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat,” ujarnya pada Rabu (10/12/2025).
Program pasar murah tersebut akan terus digencarkan sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan menjelang momentum-momentum hari besar keagamaan dan libur panjang.
Berdasarkan data Disperindag, total penyaluran minyak goreng melalui pasar murah dan program Gade Nolumako mencapai 33.400 liter. Sementara komoditas gula juga tersalurkan sebanyak 30.300 kilogram, sedangkan beras mencapai 50.120 kilogram atau sekitar 50 ton. Selain itu, tepung terigu tercatat 12.580 kilogram, serta telur sebanyak 9.907 rak.
Program stabilisasi harga tersebut dilaksanakan menggunakan pagu anggaran Rp890.800.000 selama tahun berjalan. Dana itu dialokasikan untuk menggelar 24 kali pasar murah sejak awal hingga akhir tahun, ditambah 46 kali kegiatan Gade Nolumako yang menyasar 46 kelurahan, dengan lokasi terakhir di Kelurahan Besusu Timur.
Melihat tingginya antusias masyarakat Kota Palu terhadap dua program tersebut, Zulkifli mengungkapkan proyeksi 2026 Disperindag akan melakukan beberapa kolaborasi-kolaborasi baik itu antar OPD maupun dengan perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Sulteng.
“Untuk tahun 2026 Insha Allah akan kita tingkatkan lagi lebih dari ini. Ini akan kami minta kepada Wali Kota untuk pagu anggranya ditambah. Karena antusias masyarakat sangat tinggi,” tandasnya. (win)
Editor : Nur Soima Ulfa