RADAR PALU - Upaya meningkatkan kualitas ekosistem pengadaan barang dan jasa di Sulawesi Tengah semakin diperkuat.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Sulawesi Tengah bersama Asosiasi Pengusaha Kontraktor Indonesia (Aspekindo) mengambil peran strategis dengan mengundang puluhan kontraktor di Kota Palu untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan aplikasi e-Katalog Versi 6, Senin (8/12).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Askrindo Sulteng, Jalan Prof. Moh. Yamin, ini tidak hanya berfungsi sebagai sesi bimbingan teknis, tetapi juga sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha jasa konstruksi dan lembaga penjaminan.
Branch Manager Askrindo Sulteng, Faizal Fahd, menegaskan bahwa penguasaan terhadap sistem pengadaan digital merupakan kebutuhan mendesak bagi para kontraktor.
Pasalnya, sebagian besar paket pengadaan pemerintah kini diarahkan melalui e-Katalog.
“Peningkatan kapasitas ini penting agar kontraktor memahami tata cara dan mekanisme pengadaan melalui e-Katalog Versi 6.
Kami juga mengajukan pelibatan instruktur berkompeten untuk memberikan pembekalan materi dan pelatihan teknis,” ujar orang pertama di Askrindo Sulteng itu.
Untuk itu, Askrindo menghadirkan dua pemateri dari Biro Jasa dan Pengadaan Barang Kantor Gubernur Sulteng.
Kehadiran narasumber internal pemerintah daerah ini memberi akses langsung kepada peserta untuk memahami perubahan regulasi, alur persetujuan, hingga penyempurnaan fitur pada e-Katalog terbaru.
Pelatihan ini difokuskan pada tiga sasaran utama:
1. Meningkatkan pemahaman regulasi dan pembaruan sistem e-Katalog Versi 6.
2. Memberikan keterampilan operasional dalam penggunaan platform.
3. Mengoptimalkan proses pengadaan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel sesuai visi “Berani Cerdas” Pemerintah Provinsi Sulteng.
Faizal menyebutkan, selain peningkatan kompetensi, pelatihan ini diharapkan mempererat hubungan kerja antara kontraktor dan Askrindo, mengingat banyak proyek membutuhkan dukungan penjaminan dalam proses lelang melalui platform digital tersebut.
Dengan meningkatnya pemahaman teknis dan regulatif, para kontraktor Palu diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat dengan tuntutan sistem pengadaan nasional yang semakin digital, sekaligus meningkatkan daya saing usaha mereka di tengah percepatan proyek pembangunan daerah. ***
Editor : Talib