Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dari 9 Jadi 5, Dapur Stunting Besusu Timur Sukses Turunkan Angka Anak Stunting

Nur Soima Ulfa • Jumat, 5 Desember 2025 | 21:00 WIB

UNGKAP KEBERHASILAN DAPUR STUNTING: Lurah Besusu Timur, Deden Adna Wijaya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (3/12/2025). Dia mengungkapka keberhasilan dapur stunting di wilayah kerjanya.
UNGKAP KEBERHASILAN DAPUR STUNTING: Lurah Besusu Timur, Deden Adna Wijaya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (3/12/2025). Dia mengungkapka keberhasilan dapur stunting di wilayah kerjanya.
RADAR PALU—Upaya penanganan stunting di Kelurahan Besusu Timur terus menunjukkan hasil menggembirakan. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah kasus stunting berhasil ditekan dari sembilan menjadi lima anak yang kini masih dalam tahap pemantauan intensif melalui program intervensi gizi.

Lurah Besusu Timur, Deden Adna Wijaya SH mengungkapkan bahwa capaian tersebut bukan hanya hasil kerja pemerintah kelurahan semata, tetapi merupakan kontribusi bersama masyarakat, kader Posyandu, hingga pelaku usaha yang berada di wilayah Kelurahan Besusu Timur.

“Alhamdulillah, dari jumlah sembilan turun menjadi lima. Ini capaian yang patut disyukuri bersama,” ungkapnya kepada Radar Palu Jawa Pos Group saat ditemui pada Rabu (2/12/2025).

Program penanganan stunting ini berjalan melalui mekanisme Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sejak September hingga Desember, dan masih berlanjut pada tahap monitoring. Selain dukungan anggaran pemerintah, sejumlah pelaku usaha di Kelurahan Besusu Timur turut memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan bahan pangan.

“Banyak pelaku usaha yang ikut terlibat. Contohnya Gacoan, En Resto, dan beberapa usaha lainnya yang secara rutin memberikan bantuan bahan makanan,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak goreng, telur, madu, serta dukungan dana yang dibelanjakan sesuai menu standar gizi. Menu tersebut disusun oleh ahli gizi kecamatan dan dieksekusi oleh kader posyandu yang bertugas memasak dan mendistribusikan makanan secara rutin.

Setiap pagi, bahan pangan diolah di dapur Posyandu, lalu makanan dikirimkan kepada penerima manfaat sekitar pukul 10.30 WITA. Antusias masyarakat terhadap program ini pun dinilai sangat tinggi. Bahkan setiap hari Jumat, warga secara sukarela datang membantu proses memasak.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat merespon. Setiap Jumat banyak warga datang membantu memasak sambil berinteraksi, hubungan antarwarga semakin dekat,” ujarnya.

Selain membuka partisipasi masyarakat secara sukarela, pemerintah kelurahan juga menyediakan jalur komunikasi bagi masyarakat atau pihak yang ingin berkontribusi sebagai Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting.

“Bagi yang ingin menyumbang atau terlibat sebagai bapak asuh, bisa langsung menghubungi nomor 0852-4148-3105,” rinci Deden.

Dia pun menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang pemenuhan nutrisi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial bersama guna menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.

“Harapan kami, sesuai arahan Wali Kota, angka stunting di Besusu Timur bisa terus menurun, bahkan kalau bisa tidak ada. Walaupun tidak mudah, kami tetap berupaya maksimal,” pungkasnya. (mg1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Besusu Timur #Stunting #dapur stunting #Kelurahan Besusu Timur #Lurah Besusu Timur Deden Adna Wijaya