Yang pertama itu ada penguatan UMKM, kedua penanganan sampah dan kebersihan lingkungan, dan yang terakhir ada intervensi stunting yang melalui pemantauan berat badan serta pemberian bantuan makanan tambahan. Menurut Dewi masyarakat kini sudah mulai merasakan hasilnya.
“Alhamdulillah, lewat UMKM warga sudah menerima bantuan langsung dari Dinas UMKM,” ujar Dewi Angriyani.
Ia juga menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan semakin terjaga. Armada kelurahan kini mengangkut sampah secara rutin dan melibatkan RT dan RW untuk mengatur pembayaran serta pendataan. Lingkungan yang sebelumnya masih memiliki masalah penumpukan sampah dan kini terlihat jauh lebih bersih dan tertib.
Pelaksanaan program dilakukan dengan melibatkan masyarakat. RT dan RW menjadi perpanjangan tangan kelurahan untuk penagihan sampah dan PBB sekaligus memastikan semua rumah tangga ikut berpartisipasi.
Penanganan stunting juga menjadi perhatian besar. Dari tujuh anak yang diintervensi sejak Oktober, seluruhnya menunjukkan peningkatan berat badan dan gizi. Bantuan datang dari kelurahan, provinsi, serta CPM meski jumlah penerima terbatas “Alhamdulillah, setiap bulan ada peningkatan. Berat badan anak anak juga naik,” katanya.
Meski program berjalan baik, tantangan tetap ada. Salah satunya terkait pembayaran sampah. Ada warga yang sulit dihubungi karena sering pulang kampung dan jarang berada di rumah, hal ini juga membuat pendataan dan penagihan tidak selalu lancar dan pihak dari kelurahan juga terus memberi imbauan kepada warga agar lebih tertib dan disiplin lagi, karena kunci kelancaran sebuah program itu ada pada masyarakatnya.
UMKM lebih aktif, lingkungan lebih bersih, dan anak anak dengan resiko stunting menunjukkan perubahan kesehatan yang cukup baik. Warga juga mulai lebih sadar membayar iuran sampah dan PBB karena proses penagihan yang semakin tertib lagi.
Dewi berharap masyarakat terus menjaga kebiasaan baik ini. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya tanggung jawab bersama. Ia berkesan bahwa warga mulai menunjukkan semangat gotong royong dan keterbukaan.
“Harapan saya, seluruh warga tetap mengingat kewajibannya. Kita saling mengingatkan untuk membayar sampah dan PBB,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program hanya mungkin jika masyarakat ikut terlibat penuh dan teruntuk pada kasus stunting, ia juga berharap tidak ada lagi anak-anak baru yang masuk di kategori resiko dan intervensi yang sedang berjalan pada saat ini dan tahun yang akan datang. (mg2)
Editor : Nur Soima Ulfa