Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tidak Hanya Sekadar Ruang Baca, Dispusaka Sulteng Persiapkan Diri Jadi Pusat Inklusi Sosial dan Kreativitas

Nur Soima Ulfa • Selasa, 2 Desember 2025 | 21:00 WIB

TERUS BERBENAH: Ilutrasi Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulteng Muh Idham Khalid.
TERUS BERBENAH: Ilutrasi Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulteng Muh Idham Khalid.
RADAR PALU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah (Dispusaka Sulteng) terus memperluas perannya. Tidak lagi sekadar tempat membaca, perpustakaan kini diarahkan menjadi pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi bersama Perpustakaan Nasional serta berbagai stakeholder kabupaten–kota mendorong perubahan besar yakni menghadirkan ruang inklusi yang mendukung interaksi, kolaborasi, ruang belajar, hingga berkarya.

Seperti yang diungkapkan Pl  Kepala Dispusaka Sulteng Muh Idham Khalid saat ditemui di kantornya pada Rabu (26/11/2025). Dalam penjelasannya, Idham mengungkap bahwa perpustakaan kini memanfaatkan program transformasi berbasis inklusi sosial.

“Nah, di perpustakaan juga ada program-program yang diinisiasi oleh perpustakaan nasional. Itu namanya (transformasi) perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujarnya.

Transformasi ini, kata Idham, menuntut perpustakaan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak sekadar menyediakan rak buku, tetapi memancing keterlibatan aktif pemustaka. “Apa yang dibaca itu bisa menghasilkan sesuatu dan itu bisa dijual. Jadi, perpustakaan sudah mengubah pradigma,” jelasnya.

Salah satu fokus utama adalah penyediaan ruang dan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Ruang khusus telah dirancang melalui dukungan dana alokasi khusus (DAK). “Kita sudah buatkan dari perpustakaan melalui dana DAK pembangunan kemarin dari perpustakaan nasional, dan itu kita sudah merancang ruangan khusus untuk disabilitas,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa buku dan media baca yang sesuai kebutuhan disabilitas juga akan dipenuhi.“Dan Insya Allah tahun depan itu kita harus memprogramkan buku-buku (untuk) disabilitas,” lanjutnya.

Komitmen tersebut mencerminkan upaya untuk memastikan akses literasi merata bagi seluruh masyarakat. Fasilitas baru untuk penyandang tunanetra, disabilitas intelektual, hingga komunitas bisu-tuli tengah disiapkan.

Transformasi ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi.“ Alhamdulillah, Pak Gubernur sudah memberikan suatu respon bahwa perpustakaan harus diberikan (bantuan) lagi supaya pelayanannya itu lebih resentatif,” ungkap Idham.

Dia mengungkapkan Gubernur Sulteng disebut telah meninjau langsung Dispusaka Sulteng saat festival literasi dan berjanji mendorong renovasi perpustakaan. “Diubah perpustakaannya supaya lebih nyaman di dalamnya. Jadi, adik-adik barangkali datang membaca, bisa saja tertidur karena membaca. Bukan datang tidur, tapi dia ketiduran saat membaca, saking nyamannya,” ujarnya sambil berkelakar.

Dispusaka menegaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar gudang buku.“Jadi, paradigma perpustakaan dulu sebagai gudang buku, kan. Nah, ini berubah. Dan perpustakaan itu berubah, melalui transformasi berbasis inklusi, inklusi sosial,” sambungnya.

Idam mengatakan layaknya mall yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, perpustakaan diharapkan mampu menyediakan ruang diskusi, kreativitas, pelatihan, hingga program pemberdayaan. (cr1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Dispusaka Sulteng #inkusi #perpustakaan #Dinas Perpustakaan dan Kearsipan