Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Di Balik Kostum dan Riasan Cosplayer, Di Balik Kostum dan Riasan Cosplayer

Nur Soima Ulfa • Minggu, 30 November 2025 | 20:00 WIB

TUTORIAL MAKE UP: Salah satu anggota komunitas Plutonium membuat video tutorial make up untuk seorang cosplayer. Video ini di-unggah ke Instagram milik komunitas di @plutoniumcosplay.palu.
TUTORIAL MAKE UP: Salah satu anggota komunitas Plutonium membuat video tutorial make up untuk seorang cosplayer. Video ini di-unggah ke Instagram milik komunitas di @plutoniumcosplay.palu.
RADAR PALU-Banyak orang hanya melihat hasil akhir dari cosplay yakni kostum megah, wig berwarna mencolok, serta riasan wajah yang dramatis. Namun di balik penampilan tersebut, ada proses panjang yang penuh ketelitian dan kesabaran.

Di komunitas cosplay Sulawesi Tengah, Plutonium proses pembuatan kostum menjadi salah satu bagian paling menarik. Tidak semua kostum dibeli jadi. Sebagian anggota memilih menjahit sendiri, sementara yang lain memilih menyewa karena lebih praktis.

Pilihan ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kerumitan karakter. Untuk karakter sederhana, anggota bisa membuat sendiri dengan bahan seadanya. Namun untuk karakter yang detail, opsi menyewa sering menjadi pilihan agar hasil lebih maksimal.

Salah satu pendiri sekaligus anggota aktif Komunitas Plutonium, Muhammad Syafril atau yang akrab dipanggil Puli, mengungkapkan persoalan biaya juga cukup beragam. Kostum sederhana bisa dibuat dengan biaya sekitar Rp100 ribu. Sementara kostum dengan detail rumit bisa menelan biaya hingga Rp10 juta. Angka ini menunjukkan bahwa cosplay bukan sekadar hobi murah, tetapi bentuk investasi pada karya.

Salah satu kendala terbesar yang mereka hadapi adalah ketersediaan bahan. Di Palu, bahan tertentu cukup sulit ditemukan. Akibatnya, mereka harus memesan dari luar kota atau menggunakan bahan alternatif.

“Bahan di sini banyak yang kurang. Kadang kita harus cari di luar kota,” kata Puli.

Selain kostum, make up memiliki peran yang tidak kalah penting. Riasan tidak hanya digunakan oleh cosplayer perempuan. Cosplayer laki-laki juga belajar teknik dasar make up agar wajah mereka sesuai dengan karakter yang diperankan.

Puli mengungkapkan bagian tersulit dari make up biasanya terletak pada penggambaran alis dan mata. Untuk karakter tertentu, mereka bahkan harus menggunakan teknik face painting. Semua proses ini dipelajari secara mandiri dari sesama anggota maupun dari berbagai referensi.

Produk make up yang digunakan cukup beragam. Beberapa merek yang sering dipakai di antaranya Make Over, Maybelline, dan LT Pro. Mereka saling berbagi tips agar hasil riasan terlihat lebih rapi dan natural.

Selain make up, wig dan lensa kontak menjadi elemen penting. Para anggota harus belajar cara memilih warna wig yang tepat, serta cara merawatnya agar bisa digunakan berulang kali.

Proses belajar ini tidak terjadi sendirian. Dalam komunitas, mereka terbiasa saling membantu. Jika ada anggota yang kesulitan, anggota lain akan ikut turun tangan.

Pada akhirnya, Puli mengatakan cosplay bukan hanya soal meniru karakter fiksi. Bagi mereka, cosplay adalah cara mengekspresikan diri, melatih kepercayaan diri, dan membangun rasa solidaritas.

Lewat jarum, benang, kuas make up, dan tawa kebersamaan, komunitas cosplay Palu terus menunjukkan bahwa kreativitas bisa tumbuh di mana saja.(mg2/uq)

 

Editor : Nur Soima Ulfa
#cosplayer #riasan #anime #budaya pop Jepang #kostum #Komunitas Plutonium Muhammad Syafril #make up #Plutonium #cosplay