Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Fenomena Curhat di Medsos Pengaruhi Kualitas Diri

Nur Soima Ulfa • Jumat, 28 November 2025 | 21:00 WIB

CURHAT DI MEDSOS :  Ilutsrasi potrt diri Psikolog Dini Cahyani. Dia berbicara mengenai budaya Curhat di media sosial melalui kacamata psikologi, Jumat (21/11/2025).
CURHAT DI MEDSOS : Ilutsrasi potrt diri Psikolog Dini Cahyani. Dia berbicara mengenai budaya Curhat di media sosial melalui kacamata psikologi, Jumat (21/11/2025).
RADAR PALU – Sejak kemunculannya, media sosial (Medsos) bukan hanya berperan sebagai media informasi melainkan juga wadah menampung segala Curhatan. Budaya Curhat di medsos telah mendarah daging dari berbagai belahan bumi.

Di Indonesia, hampir semua kalangan tanpa batasan usia melakukan hal yang sama. Tidak sedikit, konten yang menjamur di berbagai platform medsos berisi kebahagiaan atau bahkan konten dibanjiri konten yang sedang trending topik.

Pada momen Muslimah Expo 2025 di Auditorium Universitas Tadulako (Untad) pada Jumat (21/11), Psikolog Dini Cahyani mengupas fenomena ini melalui kaca mata psikologi. “Sebelumnya saya pengen menjelaskan dulu kalau di Psikologi itu ada namanya persona. Persona itu bagaimana kita menampilkan diri kita di sosial,” papar Dini.

Menurutnya, generasi yang paling paham dengan praktik persona adalah generasi Z atau Gen Z. Generasi Z sangat memahami perbedaan algoritma setiap platform media sosial. Maka tidak heran ketika postingan Gen Z di Instagram, Tiktok, X, bahkan Pinterest memiliki konten yang sudah terpetakan serta berbeda satu sama lain.

“Biasanya ini tuh, tricky, loh, Kak. Karena mereka itu (Gen Z) membangun persona dengan vibes sosial media. Jadi, apa? Ini masuk lagi namanya konformitas, mengikuti tren atau vibes sesuai dengan kebanyakan dari yang dilakukan oleh orang-orang,” lanjutnya.

Kata Dini, platform media sosial seperti instagram cenderung berlomba menampilkan kebahagiaan. Sementara, algoritma Tiktok berkiblat pada konten trending. Terbalik dengan platform X yang menurutnya memiliki postingan yang lebih realistis.

“Sebenarnya tidak masalah ketika orang-orang menentukan personanya. Tapi, jangan sampai menjadikan standar sosmed sebagai standar hidup!” pesan Dini.

Menurutnya, konten trending Medsos tidak akan pernah ada habisnya. Mengejar tren di medsos justru akan melelahkan batin. Kata Dini, orang yang memiliki kecenderungan mengikuti trending tidak akan mendapatkan kualitas diri.

“Mengikuti gaya hidup selebgram. Padahal sebenarnya, kita jauh dari kata itu. Tidak apa-apa mengikuti persona, menampilkan yang baik-baiknya saja, bahagia-bahagianya saja. Tapi, dalam batasan yang wajar. Dalam healthy boundaries!” tandasnya.(cr1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Psikolog Dini Cahyani #curhat di medsos #Mental health #Muslimah Expo 2025 #medsos