Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Healing Teriak Di Bukit Bisa Sembuhkan Luka Batin? Ini Penjelasan Psikolog!

Nur Soima Ulfa • Kamis, 27 November 2025 | 14:55 WIB
Ilustrasi 6 EMOSI DASAR : Penjelasan Psikolog Dini Cahyani M. Psi., mengenai enam emosi dasar manusia melalui budaya healing berteriak di bukit.
Ilustrasi 6 EMOSI DASAR : Penjelasan Psikolog Dini Cahyani M. Psi., mengenai enam emosi dasar manusia melalui budaya healing berteriak di bukit.

RADAR PALU – Hai, Sobat Radar Palu! Apa yang biasanya kalian lakukan saat beban di pikiran dan hati terasa terlalu berat? Healing ke bukit dan berteriak meluapkan segala kepenatan dalam diri? Biasanya, cara ini memang ampuh membuat hati terasa plong dan pikiran menjadi ringan.

Namun, apakah hal ini efektif menyembuhkan jiwamu yang sedang kelelahan?

Psikolog Dini Cahyani mencoba mengurai korelasi antara fenomena ini dengan respon psikologi manusia melalui momen Muslimah Expo 2025 yang diadakan di Auditorium Universitas Tadulako (Untad) pada Jumat (21/11/2025).

“Itu sebenarnya, efeknya hanya lega. Tidak masalah berteriak. Asalkan tidak mempermalukan diri sendiri dan tidak merugikan orang lain atas teriakannya. Kita kan butuh space masing-masing, cuman itu efeknya hanya lega!” buka Psikolog Dini.

Dia menegaskan, cara ini hanya memberi kelegaan sementara. Namun, ketika kembali ke rumah, perasaan kosong, cemas, atau emosi yang mengganggu lainnya akan kembali menghantui.

Kata Dini, bisa saja perasaan ini didorong oleh emosi yang tidak dieskpresikan, ditekan, atau bahkan diabaikan. Padahal, sambungnya, emosi harus diproses dengan cara diidentifikasi, dinamai, dan diterima.

“Kalau tidak diatasi, bisa jadi mengarah ke gangguan psikologis!” paparnya.

Psikolog Dini memberikan contoh gangguan kecemasan yang kerap tidak disadari. Seperti cemas memikirkan apakah sudah menutup dan mengunci pintu, atau gelisah memikirkan apakah kompor sudah dimatikan atau belum.

“Dan itu bukan healing, teman-teman! Itu refresh saja. Healing itu artinya apa? Kita bersedia memeluk luka dan menerimanya. Karena healing itu proses pulih, proses sembuh,” ungkapnya.

Berteriak di bukit untuk meluapkan segala emosi sama halnya dengan menangis. Keduanya merupakan metode penyaluran emosi.

“Emosi dan tangisan itu sangat psikologis sekali dan sangat berkaitan, ya. Karena emosi adalah konstraknya, sementara menangis itu adalah perilakunya, sedih adalah emosinya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, emosi adalah reaksi kompleks yang melibatkan pengalaman subjektif yang hadir dari reaksi fisiologi atau fisik dan komponen perilaku.

Sambungnya, komponen perilaku ialah bagaimana cara manusia merespon stimulus atau situasi baik internal maupun eksternal.

“Jadi, sebenarnya emosi itu tidak hanya tentang perasaan, tapi apa yang kita rasakan, bagaimana emosi itu dirasakan oleh tubuh kita, dan juga bagaimana cara kita bertindak.

Itu sebenarnya emosi!” tegasnya.

Sebab emosi merupakan respon fisiologi manusia. Ketika beban pikiran terlalu berat, otomatis perasaan akan terganggu, dan hal ini akan berpangruh ke kesehatan tubuh.

“Ketika mental sudah terlalu berat tanggungannya, dia akan berbagi ke fisik. Dengan apa? Ototnya tegang, lehernya kaku,” ujarnya.

Dia memberikan contoh ketika bangun tidur, terkadang tubuh bukannya merasa segar justru terasa lelah. Hal ini bisa saja respon tubuh pada kondisi kesehatan mental.

Psikolog Dini juga merincikan enam emosi dasar manusia beserta turunannya yaitu:

1. Marah
- Iri
- Kesal
- Benci
- Murka
- Cemburu
- Tersinggung

2. Sedih
- Malu
- Kosong
- Kecewa
- Kasihan
- Berduka
- Bersalah
- Kesepian
- Sengsara
- Terlantar

3. Jijik
- Enek
- Muak
- Risih
- Bosan
- Penat

4. Takut
- Ngeri
- Gugup
- Cemas
- Tersiksa
- Waspada
- Ragu-Ragu
- Tak Berdaya

5. Terkejut
- Tertipu
- Heran
- Terpesona

6. Bahagia
- Puas
- Lega
- Riang
- Damai
- Bangga
- Untung
- Bersyukur
- Bersemangat

Dia menegaskan, bahwa semua emosi yang dirasakan dalam diri perlu untuk dinamai agar emosi tersebut tidak terabaikan.

“Karena beberapa orang pengennya terlihat kuat. Siapa sih, yang menyuruh kita selalu terlihat kuat? Apakah tidak capek dengan metode pertahanan diri terus-terusan?” ujarnya diselipi candaan.

Jadi, Sobat Radar Palu, untuk pulih, mulailah dari mengenal emosi, menamainya, mengakui, kemudian salurkan dengan cara yang tepat. Serta jangan ragu datangi Psikolog jika merasa membutuhkan bantuan psikis.(cr1)

Editor : Talib
#healing #Psikolog Dini Cahyani #luka batin #Mental health #6 Emosi Dasar Manusia