RADAR PALU - Perangkat dari Sistem Peringatan Dini Tsunami (Early Warning System) yang jadi sasaran pencurian di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, seyogyanya berfungsi dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana tsunami, khususnya di wilayah pesisir.
Menurut Kepala BPBD Kota Palu Presly Tampubolon, sistem ini akan bekerja menggunakan teknologi satelit dan mampu menjangkau hingga radius sekitar satu setengah kilometer dalam kondisi tenang.
"Peringatannya memiliki tiga level, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas, tergantung pada potensi ancaman tsunami yang terdeteksi,” jelas Presly.
Ia menambahkan, sirene akan berbunyi sesuai tingkat bahaya dan durasi suaranya disesuaikan dengan kondisi ancaman.
Jika terjadi bencana dan sirine dibunyikan, selama sirene masih aktif proses evakuasi masyarakat tetap berlangsung hingga situasi dinyatakan aman.
Dia menerangkan bahwa peralatan ini akan diaktifkan berdasarkan informasi resmi dari BMKG melalui sistem WRS (Warning Receiver System).
Terdapat tiga pola operasional yang disiapkan untuk memastikan kecepatan respons.
Pertama, alat bisa diaktifkan langsung dari pusat, kedua dari Pusdalops BPBD Kota Palu dan ketiga oleh komunitas Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) yang sudah dibentuk di setiap kelurahan.
"Pola ini untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis seperti gangguan listrik atau jaringan,” ujarnya.
Dengan sistem berlapis tersebut, diharapkan proses peringatan dini dapat berlangsung cepat, tepat, dan akurat demi keselamatan masyarakat.(*/acm)
Editor : Mugni Supardi