RADAR PALU - Kedatangan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, menjadi perhatian warga Palu sejak Rabu pagi, 19 November 2025. Sekitar pukul 06.25 WITA, suasana di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri tampak lebih hidup dari biasanya.
Sejumlah warga yang hendak beraktivitas menonton dari kejauhan ketika rombongan Kaesang tiba dan disambut Tarian Meaju—tarian yang bagi masyarakat setempat memiliki makna perlindungan dan penghormatan kepada tamu penting.
Bagi warga, penyambutan meriah itu bukan sekadar seremoni partai. Banyak yang melihatnya sebagai bukti semakin aktifnya generasi muda dalam perpolitikan daerah.
Seorang warga, misalnya, tampak mengabadikan momen itu dengan ponselnya sambil berkata bahwa “Anak muda seperti Kaesang bikin politik lebih dekat dengan kami,” katanya.
Di area kedatangan, Kaesang disambut Ketua DPW PSI Sulteng, Agus Rahmat Lamakarate, bersama ratusan kader PSI.
Sorak dan yel-yel partai terdengar nyaring, memunculkan kesan bahwa mesin partai memang tengah dipanaskan menjelang rangkaian agenda penting, termasuk verifikasi faktual 2026 dan persiapan menuju Pemilu 2029.
Warga yang mengikuti perkembangan PSI menyebut bahwa pembentukan struktur hingga tingkat desa adalah langkah besar. Saat ini, PSI sudah memiliki DPD di 13 kabupaten/kota serta DPC di 177 kecamatan.
Target berikutnya adalah pembentukan DPRt di 2.017 desa se-Sulteng sebagaimana direkomendasikan dalam Kongres 2025. Banyak warga menilai bahwa jika struktur ini benar-benar aktif, maka ruang aspirasi di desa akan semakin terbuka.
Bagi sebagian warga lainnya, kedatangan Kaesang bukan hanya soal Rakorwil PSI. Mereka juga menantikan penampilan putra bungsu Presiden RI itu dalam pertandingan persahabatan melawan Jurnalis Palu FC pada sore hari di Lapangan Mini Soccer Pintu Palu.
“Seru kalau bisa lihat langsung, jarang-jarang tokoh politik turun lapangan,” ujar seorang pemuda yang tinggal di sekitar lokasi pertandingan.
Bagi Palu, hari itu bukan sekadar agenda politik, tetapi juga momentum pertemuan antara tokoh nasional dan masyarakat lokal membawa energi baru yang dirasakan langsung oleh mereka yang menyaksikan dari dekat.(ron)
Editor : Mugni Supardi