Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Program Stunting dan UMKM di Kelurahan Lere: Berhasil Turunkan Angka Stunting dan Dorong Ekonomi Warga

Nur Soima Ulfa • Kamis, 13 November 2025 | 21:00 WIB

BEBERKAN PROGRAM KELURAHAN: Sekretaris Kelurahan Lere, Megawati, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (10/11/2025). Dia membeberkan sejumlah program kerja unggulan di Kelurahan Lere.
BEBERKAN PROGRAM KELURAHAN: Sekretaris Kelurahan Lere, Megawati, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (10/11/2025). Dia membeberkan sejumlah program kerja unggulan di Kelurahan Lere.
RADAR PALU– Pemerintah Kelurahan Lere, Kota Palu, terus menjalankan sejumlah program prioritas yang bersumber dari dana Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu. Program tersebut meliputi penanganan stunting, pembangunan sarana dan prasarana (sarpras), serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sekretaris Kelurahan Lere Megawati menjelaskan beberapa kegiatan telah terlaksana dengan baik, di antaranya pemberian makanan tambahan bagi anak penderita stunting dan pembangunan infrastruktur dasar.

 “Ada beberapa program yang menggunakan dana PAD Kota Palu, seperti pemberian makanan tambahan untuk stunting dan pembangunan sarana prasarana seperti rabat beton di dua titik wilayah RT 4 dan RW 6,” ujar Megawati saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan selain dua titik rabat beton, pihaknya juga tengah melaksanakan pembangunan drainase di satu lokasi. Namun, ada beberapa kegiatan yang masih dalam tahap pelaksanaan, seperti pemasangan portal jalan dan tambahan drainase di empat titik. “Itu masih sementara berjalan,” ujarnya.

Program penanganan stunting di Kelurahan Lere menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan data dari jumlah anak penderita stunting yang semula mencapai 33 anak, kini hanya tersisa 3 anak.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan makanan tambahan dan dukungan dari CPM serta Pemerintah Kota Palu, angka stunting turun drastis. Anak-anak yang ditangani berat badannya sudah bertambah dan beberapa sudah keluar dari kategori stunting,” jelas Megawati.

Selain stunting, pemerintah kelurahan juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program UMKM. Salah satu rencana yang tengah berjalan adalah pembangunan kawasan UMKM di bantaran sungai dekat jembatan baru.

“Program ini diprakarsai oleh RT setempat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Kami juga melibatkan warga langsung untuk memberi ide dan gagasan inovatif,” ungkap Megawati.

Menurutnya, lokasi di sekitar jembatan baru memiliki potensi besar karena ramai dikunjungi masyarakat yang berolahraga “Peluang untuk membuka UMKM di situ sangat bagus,” tambahnya.

Program UMKM ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga, terutama ibu rumah tangga “UMKM bisa membantu ekonomi keluarga, khususnya ibu-ibu rumah tangga agar bisa menambah penghasilan,” tuturnya.

Meski menunjukkan hasil positif, Megawati mengakui masih ada tantangan dalam pelaksanaan program. Dalam penanganan stunting, misalnya, kader sering menghadapi kendala di lapangan “Kadang orang tua anak kurang responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Ada juga anak yang sering berpindah tempat, jadi kader kewalahan,” katanya.

Namun, para kader berinisiatif mencari cara agar program tetap berjalan efektif. Salah satu contoh keberhasilan adalah seorang anak dengan disabilitas yang kini berat badannya meningkat setelah rutin mendapat makanan tambahan, sementara itu ada juga tantangan di bidang UMKM yang dimana dalam pendataannya.

“Kadang hari ini pedagang ada, besok sudah pindah lagi ke tempat lain karena sepi pembeli. Itu yang membuat data sering berubah,” jelasnya.

Megawati juga menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kota, CPM, dan aparat seperti TNI-Polri, sangat membantu pelaksanaan program. “Dukungan dari pemerintah kota sudah sangat besar. CPM juga berperan aktif memberikan makanan tambahan dan sembako bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Dia pun berharap agar program yang telah berjalan dapat terus berlanjut dan membawa manfaat lebih besar bagi warga Lere. “Harapan saya, ke depan tidak ada lagi anak stunting di Kelurahan Lere. Semua anak harus cukup gizi,” harapnya.

Untuk sektor ekonomi, ia berharap UMKM dapat semakin berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi lokal “Semoga UMKM di Lere bisa punya andil besar dalam kemajuan ekonomi warga. Apalagi pemerintah juga sudah banyak membantu, termasuk fasilitas dan pembentukan kelompok usaha bersama (KUBE),” pungkasnya.(mg2)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Kelurahan Lere #program gizi #umkm #Sekretaris Kelurahan Lere Megawati