Di mana prosesi ini jadi momen peralihan kepemimpinan dari Plt Kepala BPMP Sulteng, Ardin SE ME, kepada pejabat baru Dr Muhammad Anis SSi MSi serta Kepala Sub Bagian Umum baru, Doni Punu SH MH.
Ardin mengawali dengan ucapan syukur atas kesempatan yang masih diberikan untuk berkumpul bersama keluarga besar BPMP Sulteng. Ia menegaskan bahwa momen ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sarana untuk refleksi dan rasa syukur.
“Hari ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi momen refleksi dan rasa syukur, karena saya telah diberi kesempatan untuk berproses bersama keluarga besar BPMP Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ardin menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan yang telah memberinya kepercayaan selama menjabat sebagai Plt Kepala BPMP Provinsi Sulteng, Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja sama dengan penuh semangat dan kekompakan.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar BPMP Sulawesi Tengah yang telah bekerja sama luar biasa. Bagi saya, BPMP ini bukan sekadar kantor, tetapi keluarga tempat kita saling belajar dan menginspirasi,” katanya.
Ia mengakui bahwa menjalankan amanah sebagai pimpinan bukan hal mudah, namun banyak pelajaran berharga yang ia peroleh. “Menjadi kepala BPMP bukan tentang seberapa lama kita menjabat, tapi seberapa tulus kita menerimanya dan menjalankannya,” tutur Ardin dengan nada haru.
Di akhir sambutan, Ardin berpamitan untuk melanjutkan tugas baru sebagai Kasubbag Umum di BPMP Provinsi Gorontalo. Ia menegaskan bahwa perpisahan ini bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan pengabdian.
“Bagi saya ini bukan perpisahan, tapi keberlanjutan pengabdian. Kita mungkin berpisah wilayah kerja, tapi tetap satu visi dalam memajukan pendidikan,” ujarnya menutup sambutan.
Rasa haru dan optimisme menyelimuti seluruh jajaran BPMP Sulteng, pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat mutu pendidikan di Bumi Tadulako.
Hal ini ditegaskan oleh Dr. Muhammad Anis SSi MSi. Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan adalah bagian dari dinamika organisasi yang harus dengan semangat yang baru.
“Menjalankan tugas itu adalah amanah pergantian seperti ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang harus kita jalani dengan lapang dada,” ujar Anis.
Ia menyebut Kota Palu sebagai episentrum Indonesia dan sebuah simbol pusat energi yang dapat mengguncang dan menginspirasi daerah lain. “Palu itu terletak di tengah Indonesia, apa pun yang terjadi di Palu harusnya bisa menggetarkan Indonesia. Dengan semangat Nosarara Nosabatutu, kita bersatu untuk membawa pendidikan Sulawesi Tengah sejajar bahkan melampaui daerah lain,” tambahnya.
Anis juga menyoroti tantangan pemerataan pendidikan. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka kelulusan atau akreditasi, tetapi tentang keadilan akses dan pembentukan karakter bangsa.
“Pendidikan bukan hanya tentang ujian atau akreditasi, tapi tentang keadilan akses dan pembentukan karakter bangsa. Setiap satuan pendidikan, dari pesisir hingga pegunungan, harus mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Anis pun mengajak seluruh jajaran BPMP untuk memperkuat komitmen bersama. “Mari kita bekerja dengan semangat baru. Seperti pesan Pak Ardin, BPMP bukan hanya institusi, tetapi rumah besar bagi kita semua yang percaya bahwa perubahan dimulai dari pendidikan,” tutupnya.
Sementara itu, dalam prosesi tersebut Doni Punu SH MH, yang kini dipercaya sebagai Kepala Sub Bagian Umum BPMP Sulteng, turut memperkenalkan diri dengan rendah hati. Ia bercerita tentang pengalamannya bertugas di beberapa provinsi di Sulawesi.
“Saya sudah bertugas di tiga provinsi, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan kini Sulawesi Tengah. Kita semua satu keluarga besar di Pulau Sulawesi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan kolaborasi lintas wilayah demi kemajuan pendidikan. Dia pun berharap bisa terus berkomunikasi dan bersinergi.
“Mari bersama memperkuat dan menjadikan BPMP Sulawesi Tengah semakin baik demi kemajuan pendidikan,” ajak Doni.(mg2)
Editor : Nur Soima Ulfa