Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau proses akhir atau tahap finishing pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat, mulai dari mengecek kondisi bangunan, audio, pendingin ruangan serta fungsi masing-masing ruangan.
Menag mengatakan arsitektur bangunan masjid Masjid Raya Baitul Khairaat sangat unik serta cocok dengan kondisi alam di Kota Palu yang panas. “Yang paling penting itu ya. Menyesuaikan dengan kondisi alam, makanya pentilasinya sangat terbuka dan itu bisa menghemat operasional,” ujarnya.
Terkait fasilitas gedung serbaguna yang terdapat di kompleks masjid, Menag menyebut keberadaannya dapat menunjang operasional masjid. Gedung tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pernikahan maupun berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
“Jadi nanti bisa akadnya diatas, nanti resepsinya dibawah (gedung serbaguna). Dan saya perhatikan ini parkirannya luas. Ini juga menjadi sayarat untuk masjid,” ungkapnya.
Dengan fasilitas yang ada, Menag berharap agar aktivitas di masjid ini lebih produktif. Dia mencontohkan seperti halnya masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW, fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi bisa menjadi rumah sakit (korban perang), bisa menjadi sekolah dan balai pertemuan.
“Mudah-mudahan ini juga bisa bermanfaat dan memakmurkan umat,” pungkasnya. (win)
Editor : Nur Soima Ulfa