Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dari Giok hingga Fosil Kelor, Jenis Batu Akik yang Paling Banyak Dicari karena Manfaat Kesehatan

Nur Soima Ulfa • Jumat, 31 Oktober 2025 | 21:00 WIB

BATU AKIK MERAH: Batu Akik Merah atau Batu Akik Carnelian ini dianggap memiliki kegunaan bagi kesehatan dan spiritual.
BATU AKIK MERAH: Batu Akik Merah atau Batu Akik Carnelian ini dianggap memiliki kegunaan bagi kesehatan dan spiritual.
RADAR PALU- Meski tren Batu Akik tak sebooming beberapa tahun silam, sebagian masyarakat masih menjadikannya sebagai aksesoris atau bahkan benda yang dipercaya memiliki manfaat tertentu. Hal itu disampaikan oleh Tony Hassan

Penjual Batu Akik di kawasan Pusat Batu Akik  Nangka Bening Kota Palu yang telah menekuni usaha tersebut sejak tahun 2016 ini, mengungkapkan manfaat inilah yang kemudian membuat orang masih mencarinya. Di samping kegunaannya sebagai aksesorisnya.

Tony mengungkapkan jenis Batu Akik yang paling banyak dicari karena diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan adalah Batu Giok, Candel, Grain Sojol, dan Badar Besi. “Banyak juga yang cari batu dari kayu fosil kelor. Katanya bagus untuk kesehatan,” ungkapnya.

Selain untuk kesehatan, sebagian masyarakat percaya batu akik juga bisa meningkatkan karisma atau daya tarik pemakainya. Namun, Tony menegaskan hal itu lebih kepada kepercayaan pribadi masing-masing orang.

“Kalau soal itu tergantung pemakainya. Banyak yang percaya batu tertentu punya kekuatan, tapi semua kembali ke keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Salah satu jenis batu yang sering dikaitkan dengan kekuatan magis atau spiritual adalah Batu Fosil Kelor. “Katanya Fosil Kelor itu penangkal aura negatif, semacam pelindung diri,” kata Tony.

Untuk saat ini, Batu Bacan dan Sojol menjadi yang paling laris di pasaran. Harganya bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kualitas dan bentuknya. “Kalau yang sudah jadi cincin, bisa sampai satu juta per mata,” ungkap Tony.

Pembelinya pun datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat sekitar hingga pegawai dan pejabat. “Banyak juga pegawai, bahkan kadang pejabat kalau ada tamu mereka bawa ke sini,” ujarnya.

Menariknya, peminat batu akik kini tidak hanya dari kalangan orang tua, tetapi juga generasi muda. “Malah ada yang masih SMA, bahkan cewek juga ada,” tambahnya.

PUNYA MANFAAT KESEHATAN: Batu Akik jenis Grain Sojol ini menjadi salah satu pilihan populer batu lokal. Tidak hanya indah tapi juga diyakini punya manfaat kesehatan.
PUNYA MANFAAT KESEHATAN: Batu Akik jenis Grain Sojol ini menjadi salah satu pilihan populer batu lokal. Tidak hanya indah tapi juga diyakini punya manfaat kesehatan.

Tony menyebut sebagian besar masyarakat kini membeli Batu Akik untuk penampilan, bukan karena alasan spiritual. “Kalau untuk spiritualnya sedikit, kebanyakan sih buat gaya. Ada yang sudah terbiasa pakai, kalau tidak pakai rasanya ada yang kurang,” katanya sambil tersenyum.

Mengenai tren Batu Akik yang sempat naik daun beberapa tahun lalu, Tony menilai hal itu terjadi karena pengaruh media. “Dulu booming karena sering ditampilkan di televisi, apalagi dari Jawa. Kalau tidak ada gerakan dari sana, di daerah sini susah naik,” jelasnya.

Meski begitu, ia melihat ada tanda-tanda tren batu akik mulai naik kembali. “Sekarang kayaknya mulai ada lagi, di Jawa lagi rame. Tapi kalau di sini, ya masih terbatas karena perputaran ekonomi juga,” ujarnya.

Dari sisi ilmiah, Tony mengaku belum ada bukti yang mendukung klaim manfaat Batu Akik terhadap kesehatan. “Kalau ilmiahnya saya kurang tahu. Cuma banyak yang bilang mereka sendiri yang merasakan,” katanya.

Soal harga dan popularitas Batu Akik, Tony menegaskan bahwa kualitas batu dan tren pasar menjadi faktor utama. “Kalau dari Jawa lagi naik satu jenis batu, pasti imbasnya ke sini juga,” jelasnya. Ia mencontohkan Batu Bacan yang dulu sempat booming dan membuat harga batu-batu lain ikut terdongkrak.

Untuk batu lokal khas Palu, Tony menyebut Candel dan Sojol sebagai yang paling dikenal. “Kalau tamu dari luar, apalagi dari Jawa, mereka biasanya cari batu khas Palu,” tuturnya.

Meski kini penjualan tidak sebesar dulu, Tony tetap bersyukur. “Kalau dibilang cukup, alhamdulillah. Tinggal bagaimana kita putar saja. Kalau dulu waktu booming, bawa uang seratus ribu saja tidak cukup. Sekarang dengan lima puluh ribu sudah bisa dapat,” katanya mengenang.

Ia pun memberi saran bagi masyarakat yang ingin membeli Batu Akik. “Pilih saja batu yang memang belum ada di koleksi kita. Biasanya kalau sudah punya satu jenis, nanti cari lagi yang lain. Soalnya banyak juga yang beli sekaligus jual lagi,” ucap Tony menutup perbincangan. (mg2)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Nangka Bening #giok #Pusat Batu Akik Nangka Bening Kota Palu #batu akik #fosil kelor #akik