Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pertalite Langka, SPBU di Kota Palu Alami Kekosongan Stok

Nur Soima Ulfa • Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:44 WIB

 

PENGISIAN BBM :  SPBU di Jalan Yos Sudarso Kota Palu tampak tidak beroperasi dan menutup pelayanan pengisian BBM.
PENGISIAN BBM : SPBU di Jalan Yos Sudarso Kota Palu tampak tidak beroperasi dan menutup pelayanan pengisian BBM.

RADAR PALU – Warga Kota Palu kembali dibuat resah akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Sejak sepekan terakhir, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah ibu kota Sulawesi Tengah itu mengalami kekosongan stok. Akibatnya, antrean panjang kendaraan bermotor kembali menghiasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Palu, Selasa (28/10).

Pantauan Radar Palu, antrean kendaraan roda dua dan empat tampak mengular di SPBU Jalan Pue Bongo, Yos Sudarso, hingga Martadinata. Bahkan pada Senin (27/10/2025) malam, antrean di Jalan Martadinata mencapai hampir satu kilometer, menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah. Tak sedikit warga yang memilih menunggu berjam-jam demi mendapatkan sisa stok Pertalite yang masih tersedia.

“Sudah hampir seminggu saya keliling cari Pertalite. Kadang ada, tapi antreannya panjang sekali. Kalau kosong, terpaksa beli eceran,” keluh Rangga, salah seorang warga Kota Palu.

Kelangkaan ini membuat banyak pengendara, khususnya sopir ojek online, terpaksa beralih ke BBM non-subsidi. Abdul Aziz, pengemudi ojek online Maxim, mengaku pendapatannya turun drastis lantaran harus membeli Pertamax dengan harga lebih tinggi.

“Kalau terus begini, kami bisa tekor. Harusnya stok Pertalite segera dinormalkan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, salah satu petugas dan pengawas di SPBU yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya kekosongan stok Pertalite sejak beberapa hari lalu. Menurutnya, kondisi ini kemungkinandisebebkan oleh keterlambatan pasokan.

“Kami hanya menerima suplai dari Pertamina. Kalau belum diKirim, otomatis kami tidak bisa melayani masyarakat,” jelasnya.

Kondisi ini juga dikeluhkan banyak warga yang menganggap pemerintah dan Pertamina kurang cepat merespons situasi lapangan. Antrean panjang tak hanya menghambat aktivitas warga, tapi juga menimbulkan kemacetan dan potensi konflik di lokasi SPBU.

Saat dikonfirmasi, Humas Pertamina Wilayah 3 Regional Sulawesi, Okky, belum memberikan penjelasan rinci dan hanya menanyakan lokasi terjadinya kekosongan. “Di SPBU mana yang kosong, Mas?” tulisnya melalui pesan singkat. (who)

Editor : Nur Soima Ulfa
#pertamina #Pertalite #spbu #kota palu