Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gedung Ambruk dan Siswa Luka-luka, Simulasi Kebencanaan di SDN Lasoani

Nur Soima Ulfa • Rabu, 22 Oktober 2025 | 21:00 WIB

SIMULASI DINI : SD Negeri Lasoani menggandeng Disdikbud Kota Palu, BPBD Sulteng dan Damkarmat Kota Palu gelar simulasi kebencanaan.
SIMULASI DINI : SD Negeri Lasoani menggandeng Disdikbud Kota Palu, BPBD Sulteng dan Damkarmat Kota Palu gelar simulasi kebencanaan.
RADAR PALU - Suara sirene terdengar keras dari kawasan SD Negeri Lasoani, Selasa (21/10/2025). Seketika, seluruh siswa dan guru bergegas keluar dari ruang belajar menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Disaat yang bersamaan Kepala SD Negeri Lasoani langsung menghubungi BPBD Sulteng melaporkan bahwa dua gedung kelas ambruk akibat guncangan gempa bumi.

Ternyata, kejadian tersebut merupakan bagian dari simulasi penanggulangan bencana yang digelar di halaman sekolah bersama BPBD Sulteng dan Damkarmat Kota Palu.

Kegiatan ini merupakan program inisiatif dari SD Negeri Lasoani bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palu, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana sejak dini.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P., dalam sambutanya saat membuka kehiatan secara resmi memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah yang telah menjadi pelopor dalam pelaksanaan program edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah dasar.

"Edukasi simulasi bencana ini merupakan program dari SD Negeri Lasoani, kepala sekolahnya luar biasa, sekolah ini pelopor, karena baru sekolah ini yang melaksanakan program penanggulangan bencana yang bekerjasama dengan BPBD dan Damkar,” ujar wakil wali kota.

Wakil wali kota menegaskan, Kota Palu merupakan daerah yang rawan terhadap berbagai bencana, baik gempa bumi, banjir, maupun kebakaran, sehingga upaya peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini sangat penting dilakukan.

"Kita tahu sendiri, Kota Palu merupakan kota yang rawan bencana, dengan cuaca yang ekstrem yang bisa saja menimbulkan bencana kebakaran. Karena itu, kita berharap edukasi seperti ini, baik tentang bencana alam maupun bencana lainnya, dapat diterapkan bukan hanya kepada peserta didik, tapi juga para guru,” lanjut wakil wali kota.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mendorong agar kegiatan simulasi bencana dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, bahkan mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Edukasi seperti ini sebaiknya dimasukkan dalam kurikulum dan dimulai sedini mungkin. Anak-anak harus dibiasakan dan mengerti dengan jelas bagaimana harus bertindak ketika menghadapi bencana. Karena biasanya korban terbanyak saat bencana adalah anak-anak, sebab mereka belum terbiasa,” tegas wakil wali kota.

Kegiatan simulasi ini diharapkan menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Palu untuk turut mengembangkan program serupa, sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.

Ditemui terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardy mengungkapkan upaya simulasi ini merupakan upaya Pemerintah Kota Palu untuk memberikan edukasi sejak dini terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Jika melihat perjalanan Kota Palu kata Hardy kota ini pernah mengalami bencana alam. Sehingga setiap warga Kota Palu wajib diberi edukasi terkait edukasi kebencanaan.

“Ini merupakan sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan BPBD Sulteng serta Damkar Kota Palu. Program ini akan terus kita gelorakan simulasi ini sehingga mitigasi bencana bisa tersebar diseluruh satuan pendidikan,” ujarnya. (win)

Editor : Nur Soima Ulfa
#SDN Lasoani #gempa #Simulasi gempa #Damkarmat Kota Palu #BPBD Sulteng