Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dukung Kota Palu Menuju Adipura Kencana, Kelurahan Donggala Kodi Siap Jalankan Program Bank Sampah

Nur Soima Ulfa • Selasa, 21 Oktober 2025 | 20:00 WIB

SIAP SUKSESKAN ADIPURA: Jajaran Kelurahan Donggala Kodi dan penanggung jawab bank sampah berfoto bersama pada Jumat 17/10/ 2025). Mereka saling bahu-membahu untuk menjalankan program bank sampah.
SIAP SUKSESKAN ADIPURA: Jajaran Kelurahan Donggala Kodi dan penanggung jawab bank sampah berfoto bersama pada Jumat 17/10/ 2025). Mereka saling bahu-membahu untuk menjalankan program bank sampah.
RADAR PALU– Bank Sampah Unit (BSU) Kelurahan Donggala Kodi mulai menunjukkan semangat baru dalam menggerakkan partisipasi warga terhadap kebersihan lingkungan. Meski kegiatan penimbangan belum dimulai karena masih menunggu alat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), warga sudah antusias mengumpulkan sampah sejak awal bulan ini.

Direktur Bank Sampah Donggala Kodi, Wafid Hidayat, menjelaskan bahwa kehadiran BSU merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan kebersihan dan kesiapan menuju penilaian Adipura Kencana tahun 2025.

“Bank sampah ini hadir agar program Wali Kota Palu tentang kebersihan lingkungan bisa kita wujudkan bersama,” ujarnya kepada Radar Palu saat ditemui Jumat (17/10/ 2025).

Menurut Wafid, masyarakat dan para ketua RT/RW di Donggala Kodi menyambut baik kehadiran bank sampah tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan lembaga perempuan, majelis taklim, lembaga adat, dan tokoh masyarakat. Mereka ikut membantu sosialisasi ke warga agar kegiatan ini bisa berjalan baik,” jelasnya.

Kegiatan penimbangan akan dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah alat timbang tiba dari DLH. Menurut Wafid kemungkinan awal bulan depan baru dimulai penimbangannya. Pasalnya, alatnya masih dalam proses pengadaan. Namun, di stau sisi warga sudah mulai kumpul sampah dari rumah masing-masing.

Bendahara Bank Sampah Donggala Kodi, Intan culvina Ningsih , menambahkan bahwa sistem pembayaran hasil penimbangan nanti akan disesuaikan dengan harga dari pengepul. “Kalau di pengepul satu kilonya Rp1.500, kita kasih ke masyarakat Rp1.300,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap warga akan memiliki buku tabungan bank sampah untuk mencatat hasil setoran mereka. “Jadi setiap masyarakat yang menyetor sampah akan dicatat dalam buku tabungan. Nilainya bisa ditukar dengan uang atau bahan pokok, tergantung keinginan warga,” ujar Intan.

Selain itu, ada juga beberapa RT yang memilih sistem tabungan bersama. “Beberapa RT mengusulkan agar hasil tabungannya dijadikan tabungan RT untuk keperluan warga di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Dana operasional bank sampah saat ini masih bersumber dari swadaya pengurus. “Untuk sementara kita pakai dana pengurus. Nanti setelah berjalan baru kita ajukan ke pemerintah kota,” ujar Intan.

Jenis sampah yang diterima pun beragam, mulai dari botol plastik, kardus, buku bekas, hingga besi tua. “Harga tiap jenisnya beda-beda, tergantung kondisi harga di pengepul. Kadang naik, kadang turun,” ujarnya.

Intan menuturkan, setiap RT sudah memiliki penanggung jawab, biasanya dipegang langsung oleh ketua RT.  Menurutnya, warga bisa kumpul sampah di rumah dulu. Setelah itu lapor ke RT atau membawa langsung ke Bank Sampah. “Kalau sibuk, kita juga bisa jemput ke lokasi,” ucapnya.

Ia berharap program ini bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi warga. “Selain membantu kebersihan, kegiatan ini juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi volume sampah di TPA,” pungkasnya.(mg1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Polsek Palu Selatan #Polresta Palu #Palupi #Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim #dugaan pembunuhan