RADAR PALU – PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRM) bersama anak perusahaannya, PT Citra Palu Minerals (CPM), kembali menyalurkan bantuan bibit pertanian bagi warga di sekitar wilayah operasional tambang, Senin (20/10).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Anwar Hafid Tinjau Tambang CPM, Tegaskan Tambang Harus Sejahterakan Rakyat dan Jaga Alam
Dari data yang diterima Radar Palu penyaluran dilakukan secara bertahap. Setelah sebelumnya menyalurkan 3.000 bibit cabai pada 5 Oktober, perusahaan kembali menambah 7.000 bibit pada tahap kedua, sehingga totalnya mencapai 10.000 bibit cabai.
Bukan hanya itu, masyarakat juga diberi bantuan 100 pack jagung manis ukuran 250 gram dan 100 pack jagung Bisi 2 masing-masing seberat 1 kilogram.
Guna mendukung pengolahan lahan pertanian tersebut PT CPM juga telah membantu penyediaan air bersih dan sarana pengairan untuk mendukung kegiatan pertanian warga.
Kepada awak media Kepala Teknik Tambang PT CPM, Yan Ardiansyah, mengungkapka bahwa program bantuan bibit dan sarana pertanian merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat sekitar tambang.
“Sepanjang itu masih dalam koridor kita, pasti akan dibantu. Kebetulan ini kita pemberian bibit karena kita melihat lahan kering jadi kita bantu bibit dan penyediaan air,” ujarnya.
Ia menegaskan, perusahaan melakukan evaluasi dan akan terus menyesuaikan bentuk bantuan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan dari perusahaan.
“Ke depan kita lihat berdasarkan dari permintaan masyarakat nanti saya bawa ke manajemen kalau memang ini bisa kita tingkatkan, kita sediakan lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, ” tambahnya.
Dukungan penyaluran bibit serta memberdayakan masyarakat disekitar tambang juga mendapat perhatian dari Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Anwar Hafid, M.Si, yang menilai langkah perusahaan sebagai bentuk nyata sinergi antara dunia industri dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas lahan.
“Ini adalah usaha masyarakat untuk membuat tanahnya kembali produktif. Kemudian yang kedua masyarakat punya harapan baru dengan memiliki lahan dan mereka bisa bercocok tanam sehingga meningkatkan taraf ekonominya,” ujar Gubernur.
Ia juga mengingatkan agar perusahaan terus memberdayakan masyarakat lokal. Utamanya dalam menyediakan lapangan pekerjaan.
“Saya minta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jika mereka belum memiliki keterampilan, berikan pelatihan agar bisa terserap di perusahaan,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Petani Laranggui 2, Isnawati, mengapresiasi kepedulian perusahaan yang menurutnya sangat membantu petani lokal. Ia mengatakan, sinergi antara CPM, BRM, dan masyarakat akan diperluas ke bidang pendidikan dan pendampingan pertanian.
Isnawati menambahkan, masyarakat berharap perusahaan terus berperan dalam mengaktifkan lahan-lahan kosong agar dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Program ini sangat positif. Alhamdulillah dengan 30 ribu bibit rica yang sudah sampai ke masyarakat tahap pertama 2 ribu, hari ini 9 ribu kami menunggu bantuan berikutnya, termasuk bibit jagung,” kata dia. (win/adv)
Editor : Nur Soima Ulfa