Di hadapan 470 calon peserta, Kasdam menekankan bahwa seleksi bukan sekadar formalitas, melainkan momentum mencari calon prajurit terbaik yang siap mengabdi dengan semangat, disiplin, dan tanggung jawab tinggi. Ia dengan tegas mengingatkan seluruh panitia dan peserta agar menjunjung tinggi nilai kejujuran serta tidak terpengaruh oleh intervensi pihak mana pun.
“Yang diterimaharusbenar-benar memenuhi syarat. Tidak ada istilah titipan. Proses ini harus jujur, objektif, dan transparan,” tegas Brigjen Agus Sasmita dalam arahannya, Jumat (17/10).
Menurutnya, ketegasan ini penting agar kepercayaan publik terhadap institusi TNI tetap terjaga. Prajurit yang lahir dari proses seleksi yang bersih diyakini akan membawa semangat profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.
Ia juga mengingatkan para calon Bintara agar menjadikan seleksi ini sebagai ujian karakter dan dedikasi. “Menjadi prajurit bukan pekerjaan biasa. Ini panggilan jiwa untuk mengabdi kepada rakyat,” ujarnya.
Sidang parade turut dihadiri jajaran pejabat Kodam XXIII/Palaka Wira, termasuk Asintel, Aspers, Kaajendam, dan Kakesdam, yang bersama-sama memastikan proses seleksi berlangsung adil dan berintegritas.(who)
Editor : Nur Soima Ulfa